Berita Terkini : Kecurangan Pengelola SPBU Di Rempoa Ini Akhirnya Mampu Dibongkar !

0
967
kecurangan SPBU

Berita Terkini : Kecurangan Pengelola SPBUĀ  Di Rempoa Ini Akhirnya Mampu Dibongkar !

Indowarta.com- Polisi akhirnya menangkap 3 pengelola dan juga 2 karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bkar Umum (SPBU) Pertamina di Jalan Raya Veteran, Rempoa, Bintaro, Jakarta Selatan. Mereka diamankan pada hari Kamis tanggal 2 Juni 2016. Polisi berhasil menemukan Kecurangan SPBU ini.

Para tersangka tersebut terbukti berbuat curang karena mengurangi takaran bahan bakar sehingga konsumen tidak mendapatkan bahan bakar sesuai dengan uang yang mereka berikan.

Kasubdit Sumber Data Lingkungan (Sumdaling) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Adi VividĀ  menyebutkan bahwa ini merupakan dugaan tindakan pidana di bidang Perlindungan Konsumen dan atau Metrologi Legal. Diduga mereka mengurangi jumlah takaran atau isi volume BBM dari mesin dispenser BBM ke kendaraan konsumen.

Ade Vivid menjelaskan bahwa selama ini kecurangan SPBU dengan cara menggunakan modus manual degnan mengutak-atik mesin dispenser. Namun pada kali ini, SPBU Rempoa bertindak curang dengan cara memasang alat kecil yang telah dilengkapi dengan sensor jarak jauh yang berguna untuk memainkan jumlah takaran yang akan dikeluarkan oleh mesin dispenser BBM.

kecurangan SPBU

Sensor alat kecil di dispenser tersebut terhubung dengan kotak berukuran 15 x 10 x 5 cm. para pelaku mengontrol kedua alat tersebut dengan menggunakan sebuah remote kecil mirip dengan remote kunci mobil.

Alat bantu tersebut berupa mesin regulator stabillzer dan juga remote kontrol atau alat pengendali jarak jauh yang bisa memperngaruhi data arus listrik. Hal inilah yang menyebabkan kerugian bagi para konsumen SPBU ini.

Pengungkapan kecurangan SPBU ini bukan merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Kecurangan SPBU ini terungkap setelah anggota polisi merangsek masuk ke dalam kantor SPBU. Dari itu dia berhasil menangkap pengelola yang mengendalikan remote dan mesin stabillzer.

Untuk mempertanggungjawabkan tindakan tersebut, pelaku yang berinisial BAB, AGR, D, W, dam J akan dijerat dengan Pasal 62 ayat 1 juncto pasal 8ayat 1 huruf a,b,c Pasal 9 ayat 1 huruf d dan Pasal 10 huruf a UU Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atau pasal 32 ayat 2 jo Pasal 30 dan 31 UU RI Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman 5 tahun penjara.

baca juga :

Kebanggaan Tersendiri Daud Yordan Usai Bawa Pulang Sabuk Gelar Dari Uruguay !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here