Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Bukti Bahwa Dirinya Ikut Berpolitik Praktis!

0
498
Panglima TNI
Copyright©kompas

Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Bukti Bahwa Dirinya Ikut Berpolitik Praktis!

Indowarta.com – Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan, serangkaian pernyataan dalam beberapa waktu terakhir yang dinilai banyak kontroversi di kalangan publik bukan merupakan sebuah bentuk politik praktis.

BACA JUGA : Panglima TNI Jenderal Gatot Minta Maaf di Depan Presiden!

“Buktikan kepada saya bahwa saya berpolitik praktis. Saya akan mempertanggungjawabkan itu semua. Tidak pernah saya berpolitik praktis,” kata Gatot Nurmantyo saat wawancara khusus dengan Rosiana Silalahi dalam “Rosi” di Kompas TV pada Kamis (5/10/2017) malam.

Politik praktis merupakan salah satu berpolitik yang tidak diperbolekan untuk personel TNI. Salah satu contohnya adalah dengan masuk atau bahkan beradiliasi ke partai politik. Oleh karena itu, Gatot Nurmantyo telah membantah melakukan hal tersebut.

“Kalau saya berpolitik, pasti saya akan berpijak pada salah satu partai, dua partai atau tiga partai. Ini akan membelah dan ini tidak boleh. TNI tidak boleh melakukan politik praktis,” ujar dia.

Meski begitu, dirinya tidak ingin mempermasalahkan pendapat dari sejumlah pihak yang menyatakan kalau dirinya berpolitik. Karena setiap orang memiliki hak untuk mengutarakan pendapatnya tersebut.

Panglima TNI
Copyright©tribunkaltim

“Tapi yang saya lakukan sebagai Panglima TNI adalah saya melakukan langkah-langkah memperingatkan agar semua anak bangsa ini memiliki kewaspadaan,” tuturnya.

BACA JUGA : Benarkah Rakyat Lebih Percaya Jenderal Gatot Nurmantyo Daripada Wiranto?

Akan tetapi, pernyataan dari Gatot Nurmantyo ini dianggap kontradiktif dengan kenyataan. Bahkan belakangan ini, ada sejumlah pernyataannya yang sudah dinilai sebagai bentuk manuver yang cukup kontroversal dan bahkan memiliki dampak politis.

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Puri Kencana Putri menyatakan, tidak dapat dipungkiri beberapa waktu belakangan ini penyataan Gatot Nurmantyo terkesan ada menuver politik.

Kontras menjelaskan, sejumlah penyataan dan aksi kontrolversal dari Panglima TNI tersebut, salah satunya, jelang HUT TNI k-71, Gatot Nurmantyo sudah mengusulkan untuk pemulihan kembali  hak berpolitik kepada aparat TNI.

Tidak hanya itu, Panglima TNI ini juga hadir bersama ribuan massa aksi 212 pada akhir tahun 2016 lalu. Menurut Puri, seharusnya hal tersebut tidak harus dilakukan, karena sudah ada Kapolri yang bertanggung jawab untuk menjaga keamanan aksi tersebut.

“Pembelaannya adalah ia hadir di tengah kerumunan massa untuk menjaga kesatuan NKRI dan kepresidenen Joko Widodo,” kata Puri, di kantor Kontras, Jakarta, Rabu (4/10/2017).

baca juga : Soal Kabar Pembelian Senjata Ilegal Oleh Gatot Nurmantyo, Ini Kata Fadli Zon!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here