Setya Novanto Akan Kembali Pimpin Golkar?

0
241
Setya Novanto
Copyright ©merdeka

Setya Novanto Akan Kembali Pimpin Golkar?

Indowarta.com – Belum lama ini Partai Golkar menggelar rapat pleno yang membahas evaluasi elektabilitas Golkar yang berujung rekomendari penonaktifan Setya Novanto dari ketua umum, sepertinya tidak akan terlaksana.

Kemungkinan itu karena status tersangka Novanto telah batal dan juga telah sembuhnya Novanto dari sejumlah sakit yang diderita selama menjadi tersangka. Seperti yang diketahui, Hakim Cepi  Iskandar mengabulkan praperadilan yang diajukan oleh Setnov.

Batalnya penonaktifan itu ditegaskan oleh Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Partai Golkar Idrus Marham yang menyebut tidak perlu lagi dilakukan rapat pleno DPP membahas soal pergantikan ketua umum.

“Tidak ada (rapat pleno), itu sudah selesai. Ini sudah selesai semua,” ujar Idrus.

Idrus menganggap selesai hasil kajian elektabilitas Partai Golkar dan tidak perlu untuk ditindaklanjuti. Ia beralasan, karena hasil rekomendasi itu belum tuntas dan hanya berbasis hasil survei pihak eksternal Golkar. Seharunya, Idrus mengatakan, hasil rekomendasi juga dilakukan secara mandiri oleh Partai Golkar.

KPK
Copyright©rilis

“Mestinya dilakukan tapi kemarim belum, sehingga dengan demikian sudaj kita anggap selesai, kita tidak tindaklanjuti ya,” tambahnya.

Maka dari itu, perdebtan soal pergantian Setya Novanto dari kursi ketua umum tidak perlu untuk dilanjutkan kembali. Apalagi usai keluar dri rumah sakit, Setnov telah memberi memo kepada dirinya untuk kembali aktif sebagai ketua umum Golkar.

“Jadi SN kembali memimpin dan jug sudah mengeluarkan memo kepada saya bahwa beliau akan kembali memimpin setelah sakit kemarin dan aktif sebagai ketua DPP Golkar,” terang Idrus.

Karenanya, ia menilai tidak perlu semua pihak membahas rekomendasi itu. sekalipun hal tersebut merupakan hasil kajian di bawah Koordinator Bidang Tim Kajian Strategi dan Koordinator bidang Polhukam Partai Golkar Yorrys Raweyai.

rekomendasi untuk dilakukan pergantian ketua umum diketahui muncul karena terus menurunnya elektabilitas Partai Golkar. Hal itu karenakan Setya Novanto terjerat kasus korupsi bahkan sempat ditetapkan sebagai tersangka atas kasus e-KTP.

Namun kini hal itu kemungkinan batal terjadi seiring dibatalnya status tersangka Setnov. Sebelumnya ramai diperbincangkan, jika Novanto diklaim juga ikut menikmati uang hasil korupsi pengadaan e-KTP.

Baca Juga MA Didesak Periksa Hakim Cepi Soal Putusan Setya Novanto!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here