50 Persen Lebih Tak Akan Pilih Jokowi Jika Pemilu Digelar!

0
9057
Jokowi
Copyright ©poskotanews

50 Persen Lebih Tak Akan Pilih Jokowi Jika Pemilu Digelar!

Indowarta.com – Hampir 50 persen dari 800 masyarakat mengaku tidak akan memilih Joko Widodo (Jokowi), jika Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dilakukan pada bulan lalu. hasil tersebut diketahui berdasarkan hasil survei.

Survei itu dilakukan oleh Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) pada 8 hingga 27 September 2017 lalu. Survei tersebut dilakukan di delapan kota yang terdiri dari Medan, Padang, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Jakarta kecuali Kepulauan Seribu.

Pengambilan data itu dilakukan dengan cara wawancara tatap muka. Adapun magin of error sekitar 3,5 persen. Seperti yang dikatakan oleh Founder Lembaga Survei KedaiKOPI, Hendri Satrio, pada Minggu 8 Oktober 2017.

“Kami juga menanyakan tentang pilihan Presiden bila pemilu dilakukan di hari saat pertanyaan diajukan. Responden yang memilih Jokowi 44,9 persen, sementara yang memilih opsi jawaban selain Jokowi ada 48,9 persen, dan sisanya tidak menjawab,” ujarnya.

Jokowi
Copyright ©tribun jambi

Selain itu Hendri juga mengatakan, sejumlah nama yang muncul dari responden di antaranya Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto serta Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Selain itu ada Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan Direktur Eksekutif The Yudhoyoo Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Hendri, hasil survei tersebut juga berpengaruh terhadap pilihan partai politik di tahun 2019 mendatang. “Hanya 41,3 persen responden yang mengaku akan memilih parta politik pengusung Jokowi pada 2019 nanti. Sedangkan 53,5 persen menjawab tidak akan memilih, sementara sisanya memilih untuk tidak menjawab,” ungkap Hendri.

Sementara itu, menurut hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan elektabilitas Jokowi masih unggul yakni 38,8 persen. Sementara Prabowo berada di posisi kedua dengan hanya mendapatkan 12 persen saja.

Namun Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon menilai, hasil survei SMRC tersebut tidak menggambarkan kondisi riil yang akan terjadi pada Pemilu 2019 nanti. Maka dari itu ia menganggap wajar jika elektabilitas Prabowo hanya 12 persen. Hak itu dianggap wajar kaerena belum berkampanye.

“Ya kan namanya survei. Kan bisa macem-macem. Kemrin survei angkanya lain, ini juga lain. Pada waktu Pilkada DKI yang diunggulkan siapa, yang menang siapa. Jadi menurut saya, survei tersebut hanya Indikator saja, tidak jadi kenyataan,” ujar Fadli Zon.

Baca Juga Begini Cara PDIP Jaga Elektabilitas Jokowi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here