Sebelum Dirikan Paytren, Ustadz Yusuf Mansyur Berjualan Es di Kalideres!

0
193
Yusuf Mansur
Copyright©dinimon

Sebelum Dirikan Paytren, Ustadz Yusuf Mansyur Berjualan Es di Kalideres!

Indowarta.comUstadz Yusuf Mansyur ini memanglah dikenal sebagai salah satu dai yang kondang yang juga memililki banyak bisnis. Dirinya telah mengalami jatuh bangun sebelum menjadi ustad yang sukses di dalam berbagai bisnisnya. Bahkan dirinya sempat merasakan dinginnya lantai penjara.

BACA JUGA : Gol Egy dan Rafly Bawa Timnas Indonesia Taklukkan Kamboja!

Perjalanan bisnis Ustadz Yusuf Mansyur ini telah dimulai pada tahun 1996. Pada saat itu dirinya telah terjun di dalam bisnis informatika. Bisnis yang telah dia geluti tersebut pun telah mengelami kegagalan dan juga dirinya terlilit banyak hutang yang berjumlah hingga miliaran rupiah. Karena hutang tersebut, Yusuf Mansur pun harus mendekam di penjara selama dua bulan.

Setelah dirinya bebas, Yusuf Mansur pun kembali untu mencoba bisnis lagi. namun bisnis tersebut pun telah mengalami kegagalan dan dirinya terilit hutang lagi. pada tahun 1998 dirinya kembali masuk bui lagi. Setelah bebas dari penajara, Yusuf Mansur pun berjuaan es di Terminal Kalideres. Bisnis yang dia jalani ini pun berkembang dan dirinya mulai memiliki anak buah.

Ustadz Yusuf Mansur
Copyright©tmpo

Nama Ustadz Yusuf Mansyur sudah mulai dikenal pada tahun 2000 an. Semenjak itu dirinya pun mulai mengembangkan usaha hotel, koperasi, hingga teknologi finansial. Pada tahun 2013, bisnis financial tersebut pun sudah mulai dikembangkan yang kinii telah diberi nama PT. Paytren Asset Management yang sebelum itu namanya adalah PT. Veritra Sentosa Internasional.

Belakangan ini bisnis Paytren miliki Yusuf Mansur ini telah dibekukan oleh Bank Indonesia. Bersama dengan Paytren, BI juga telah membekukan izin uang elektronik tiga e-commerce yakni Tokopedia, Shopee, dan Bukalapak.

BACA JUGA : Berita Terkini: Kasus Perkosaan Pelatih Terhadap Atlet hebohkan Malaysia!

Pembekuan Paytren ini berdasarkan dari Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik. Peraturan tersebut telah mewajibkan bagi para penerbit uang elektronik untuk mendapatkan izin dari BI jika floating fund ataupun dana mengendap ini sudah mencapai Rp 1 miliar.

Terkait dengan hal tersebut, Yusuf Mansur telah mengatakan bahwa akan mengikuti aturan dari BI. Yusuf Mansur telah mengatakan bahwa aturan ini dibuat oleh BI untuk kebaikan.

baca juga : 

Asian Games 2018 Diharpkan Mampu Pecahkan Rekor Dunia!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here