Berita Terkini : Pangkas PNS Berarti Sama Dengan Meringankan APBN !

0
1306
PNS

Berita Terkini : Pangkas PNS Berarti Sama Dengan Meringankan APBN !

Indowarta.com– Rencana pemangkasan atau rasionalisasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah dipastikan akan tetap dilakukan. Dari hal ini diharapkan bahwa bisa mengurangi alokasi belanja pegawai dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang kini dirasa sudah cukup besar. Secara nasional alokasi belanja pegawai kini mencapai 33,8 persen dari total APBN.

Bahkan sebanyak 244 kabupaten dan kota yang tersebut di 27 provinsi mempunyai anggaran belanja pegawai daerah di atas 50 persen pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah). Disebabkan hal tersebut, usulan penambahan pegawai untuk kabupaten atau kota yang belanja pegawainya terbilang tinggi akan ditolak.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Yuddy Chrisnandi telah melakukan kajian bahwa idealnya raasio jumlah PNS yaitu 1,5 persen dari jumlah penduduknya. Namun saat ini jumlah rasio PNS mencapai 1,77 persen dari jumlah penduduknya.

Sementara itu Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman mengungkapkan bahwa pemangkasan 1 juta PNS ini merupakan bagian dari program percepatan penataan aparatur sipil negara (ASN). Disamping itu juga sebagai wujud konkret dari Road Map refo9rmasi Birokrasi 2015-2019 pada area perubahan SDM aparatur (Peraturan Menteri PANRB Nomor 11 tahun 2015).

PNS

Tujuannya adalah untuk mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang efektif dan efisien, serta birokasi yang memiliki pelayanan publik yang berkualitas.

Herman menegaskan bahwa rencana rasionalisasi ditujukan untuk PNS yang memiliki kualifikasi dan kompetensi rendah. Tidakk hanya itu, rasionalisasi tersebut juga akan berlaku kepada PNS yang memiliki rapor disiplin yang buruk sehingga bisa mengganggui pelayanan publik.

Belanja pegawai dan pensiun atau BPP pada APBN dan APBD 2015 kini mencapai Rp 707 triliun dari total belanja Rp 2.093 triliun. Jumalh Rp 707 triliun tersebut setara dengan 33,8 persen dari total belanja Rp 2.093. jumlah tersebut lebih besar dari pada belanja barang dan juga jasa. Belanja pegawai dan pensiun atau BPP ini cenderung meningkat di setiap tahunnya.

BACA JUGA :

Berita Terkini : Mulai Tahun Depan, 330 ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) Akan Dipecat Per Tahun !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here