Putusan MK Bisa Tetapkan Setya Novanto Jadi Tersangka!

0
803
Mahfud MD
Copyright©blogspot

Putusan MK Bisa Tetapkan Setya Novanto Jadi Tersangka!

Indowarta.com – Mantan Ketua Makamah Konstitusi Mahfud MD menilai, adanya keputusan dari Makamah Konstitusi (MK) soal sejumlah alat bukti dalam penetapan tersangka Setya Novanto sudah tepat. Hal ini disampaikannya untuk menanggapi putusan pada nomor perkara 42/PUU-XV/2017.

BACA JUGA : Ketika Mahfud MD dan Fahri Hamzah Ribut Lagi di ILC!

Dalam keputusannya, MK menyatakan, untuk menjerat tersangka yang sudah memenangkan praperadilan,  penyidik dari aparat penegak hukum dapat menggunakan sejumlah bukti yang telah dipakai pada perkara sebelumnya. Akan tetapi, penyempurnaan bukti harus telebih dulu dilakukan.

“Jadi MK itu benar, memang harus begitu logikanya. Saya kira itu bukan hanya logika MK, itu logika ilmu hukum biasa. Kalau hakimnya benar pasti mengatakan begitu,” ungkap Mahfud saat dihubungi, Rabu (11/10/2017).

WAJIB BACA :  Setya Novanto Jadi Saksi Sidang Kasus E KTP Hari Ini!

Hal yang sama juga telah dikatakan oleh Mahfud untuk memberikan penilainnya pada Putusan Hakim Pengadilan Jakarta Selatan, yaitu Cepi Iskandar yang sudah menangani sidang praperadilan Setya Novanto.

KPK
Copyright©rilis

Dalam putusan praperadilan Setya Novanto itu, sejumlah alat bukti yang digunakan untuk perkara sebelumnya tidak dapat digunakan untuk menangani perkara selanjutnya, karena sudah diatur dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2016 (Perma). Namun, Mahfud menilai, kalau logika yang digunakan oleh Cepi tidak tepat.

BACA JUGA : Ini yang Dilakukan Setya Novanto Saat Bekerja Kembali di DPR!

“Tidak masuk akal kalau alat bukti pada perkara sebelumnya tidak bisa digunakan untuk orang lain. Itu kan tidak masuk akal kalau pidananya kolektif bagaimana?” ungkap Mahfud.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Mangkir di Sidang Korupsi E KTP!

“Justru alat bukti sebelumnya yang sudah sah di pengadilan itu menjadi alat bukti bagi penyerta berikutnya. Kalau kolektif korupsinya 10 orang gitu satu sudah divonis dengan alat bukti A, maka alat bukti A terus berlaku bagi yang lain,” sambungnya.

Mahfud menuturkan, kalau Perma memang sudah menyebutkan kalau alat bukti yang telah dipakai tidak bisa digunakan kembali. Namun menurutnya, bukan berarti alat bukti tersebut tidak dapat digunakan untuk menjerat tersangka lainnya yang masih ada kaitannya dengan kasus yang sama. Aparat penegak hukum bisa melakukan dengan cara lainnya, yaitu dengan menggunakan berita acara berbeda.

“Alat buktinya sama, tapi berita acaranya beda. Mungkin itu akan bisa dipahami kalau gitu,” jelas dia.

BACA JUGA : Fahri Hamzah Kenakan Baju Khas Gerindra, Sinyal?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here