Eksplor WhatsApp Soal Pola Tidur dan Teman Chat!

0
500
WhatsApp
Copyright ©Tribunnews

Eksplor WhatsApp Soal Pola Tidur dan Teman Chat!

Indowarta.com – Aplikasi WhatsApp memiliki sisi kelemahan yang dapat dieksploitasi untuk dapat mengintai pola tidur seseorang. Hal ini mulai jam tidur, jam bangun, dan lamanya tidur. Kelemahan itu mucul dari adanya fitur “last seen”.

BACA JUGA : Lewat FB, Penampakan Kemunculan Oppo F5 Makin Terasa Nyata!

Dengan fitur itu, maka memungkinkan pengguna mengetahui kapan seseorang terakhir membuka chat. Last seen ini bisa dikatakan dapat menunjukkan kapan pengguna tidur. Namun pengguna sendiri bisa menyetel fitur ini dapat dilihat oleh semua orang, kotak saja, atau tidak satupun.

Namun tidak banyak pengguna WhatsApp yang sudah mematikan mengatur fitur last seen-nya untuk tidak terlihat. Bahayanya, orang lain yang tidak memiliki keterampilan tingkat tinggi mampu untuk memperoleh data last seen sesoerang melalui aplikasi ini, menganalisis, dan tahu bagaimana pola tidurnya.

Setiudaknya begitu pendapat dari seorang software engineer bernama Rob Heaton menilai. Selumnya dia juga pernah membuka celah keamanan pada media sosial lainnya seperti Facebook dan Tinder miliknya.

Last Seen
Copyright ©WhatsApp

Salah satu langkah eksploitasi WhatsApp ini telah didemonstrasikan oleh Rob dengan menggunakan web dari perambahan Chrome untuk dektop. Dia sudah membuat ekstensi Chrome untuk dapat melakukan pengamatan dan merekam aktivitas dari semua kontak media sosial ini.

BACA JUGA : WhatsApp Bikin Emoji Sendiri, Kok Mirip Apple?

Dari situlah  mucul sejumlah data-data last seen yang dapat dianalisis untuk pola tidur. Bahkan melalui hal ini dapat memperlihatkan siapa saja kontak WhatsApp yang salaing berubungan, seperti halnya yang sudah dilaporkan pada TheNextWeb, Rabu (11/10/17).

Cara ini cukup mudah, yaitu dengan melakukan pencocokan terhadapa pola waktu online A dan B di WhatsApp. Jika memang pola tersebut memang benar-benar sama, maka dapat diartikan kalau mereka saling kenal. Bahkan ada kemungkinan yang cukup besar kalau mereka sedang chatting melalui media sosial ini.

Rob Heaton mengatakan, adanya ekploitasi ini kemungkinan dapat dikembangkan lebih besar lagi. Sehingga oknum tertentu dapat melakukan penjualan dengan data analisis tersebut kepada perusahaan pihak ketiga atau para pengiklan.

Salah satunya adalah perusahaan yang memproduksi obat tidur, mereka akan menyasar kepada beberapa orang yang pola tidurnya kurang baik. Tentunya data analisan dan eksploitasi WhatsApp ini sangat berfungsi.

BACA JUGA : Fitur Polling Instagram Permalukan Pengguna?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here