Pemicu Kerusuhan di Kemendagri!

0
172
Kericuhan Kemendagri
Copyright ©wartakota

Pemicu Kerusuhan di Kemendagri!

Indowarta.com – Kericuhan terjadi di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Rabu siang, 11 Oktober 2017. Polisi pun berhasil mengamankan 15 orang terkait kericuhan Kemendagri ini.

Menurut informasi yang diapat Pilkada di Kabupaten Tolikora, Papua menjadi penyebab utama kericuhan Kemendagri tersebut. Mengenai hal ini juga dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono. Dia mengatakan jika massa yang berasal dari kelompok barisan Merah Putih Tolikora telah berada di kantor Kemendagri sejak sekitar dua bulan lalu.

Argo menjelaskan jika kelompok massa itu bukan untuk berdemo, namun mereka berada di kantor Kemendagri terkait kasus di MK dan mereka menjaga supaya tidak ada orang Papua yang datang. ‘Mereka sudah ada dua bulan disitu, bukan demo tapi mereka memang ada di Kemendagri karena beraitan dengan kasus di MK. Mereka jaga supaya jangan sampai ada orang Papua yang datang’ ujarnya saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta pada Rabu, 11 Oktober 2017.

Selain itu menurut Argo kelompok tersebut setiap hari datang ke Kemendagri dan menempatkan personelnya untuk berjaga. Setiap harinya kelompok massa itu menempatkan 3 hingga lima orang untuk berjaga supaya tak ada orang Papua yang datang ke Kemendagri.

Kericuhan Kemendagri
Copyright ©wartakota

‘Kadang-kadang yang datang ada 2 orang, 3 orang, biasanya ada lima orang dan bisa sampai 10 orang juga. Tidak tentu’ sambungnya.

Sedangkan menurut Argo, kericuhan Kemendagri ini disebabakan karena adanya miskomunikasi. Kejadian berawal ketika massa ingin menemui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Thahjo Kumolo untuk membicarakan masalah sengketa Pilkada di Tolikora Papua.

‘Intinya yang bersangkutan ingin ketemu, tapi Pak Mendagri menyampaikan sudah pernah bertemu, maka Pak Mendagri mendelegasikan ke Dirjen Otda. Saat mau bertemu Kemendagri tidak bisa, saat Kemendagri ada waktu justru anak-anak Papua ini tidak bisa bertemu. Jadi hanya mis komunikasi saja’ tutup Argo.

Sementara itu Dirjen Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Sumarsono menjelaskan salah satu pendukung pihak Bupati Tolikora, Papua sudah dua bulan mendatangi Kemendagri. Pihak Kemendadri pun menerima aspirasi yang mereka sampaikan secara terbuka.

Namun para pendukung merasakan hal yang sebliknya sehingga mereka kehabisan kesabaran dan terjadilah kericuhan Kemendagri tersebut. Lantaran tak bisa memenuhi permintaan massa, maka pihak Kemendagri memberikan alteratif lain yakni dengan cara memprtemukan mereka dengan para pejabat eselon 1.

Baca juga : Kemendagri Turun Tangan Langsung Saat Pendaftaran CPNS Terkendala Teknis!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here