Aktivasi Kartu SIM Prabayar Musti Gunakan KTP dan KK!

0
214
rudiantara
Copyrigth©Elshinta

Aktivasi Kartu SIM Prabayar Musti Gunakan KTP dan KK!

Indowarta.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mulai melakukan perketat aktivasi kartu SIM prabayar yang dimiliki oleh operator telekomunikasi. Sehingga dengan dibelakukannya hal itu, maka pelanggan baru ataupun lama wajib untuk menyertakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) di KTP dan nomor kartu keluarga (KK) yang dimiliki.

BACA JUGA : Menkominfo Hanya Inginkan 4 Operator Seluler di Indonesia!

Setelah memasukkan data NIK dan nomor KK yang dicantumkan dalam proses aktivasi kartu SIM prabayar itu, maka nantinya akan disamakan dengan data yang ada di Dinas Kependudukan dan Kantor Catatan Sipil (Dukcapil). Dengan demikian, para pengguna sudah tidak bisa dengan sembarangan memasukkan nomor.

“Soal registrasi prabayar ini sebenarnya kita terlambat, sudah sejak 2005 atau 12 tahun ada kebijakannya . Saat itu memang belum efektif karena esoksistemnya belum terbentuk,” kata Menkominfo Rudiantara saat bicara di hadapan wartawan, Rabu (11/10/2017).

“Kalau sekarang sudah ada e-KTP, sudah ada ekosistemnya dan bisa dilakukan. Nanti mulai 31 Oktober 2017, semua wajib mendaftarkan nomor dengan cara ini,” sambungnya.

Setelah pembelian kartu SIM prabayar, pemasukan NIK dan KK baru dapat dilakukan oleh pelanggan. Atau dapat langsung melakukan aktivasi di gerai operator yang terdapat di beberapa daerah sekarang ini.

SIM Card Prabayar
Copyright ©liputan6

Untuk melakukan aktivasi kartu SIM prabayar dengan melakukan sendiri, pengguna nantinya akan diberikan batasan untuk menggunakan maksimal tiga nomor prabayar pada satu operator seluler. Dan untuk pendaftaran yang dilakukan pada sejumlah gerai operator masing-masing tidak ada pembatasan jumlah.

BACA JUGA : Tiga Cara Ampuh Aplikasi Android Terinfeksi Malware!

Sedangkan pendaftaran ulang untuk aktivasi kartu SIM prabayar ini akan dilakukan oleh pengguna lama. Sistem nantinya secara otomatis akan memberikan notifikasi. Pada saat itulah pengguna diminta untuk memasukkan nomor KTP dan KK.

Zudan Arif Fakhrullah selaku Dirjen Dukcapil, Kementerian Dalam Negeri mengatakan, sekarang ini para pelanggan sudah tidak dapat menggunakan NIK atau nomor KK palsu untuk melakukan aktivasi kartu SIM prabayar. Hal itu karena, operator telah memiliki database yang sudah diberikan oleh Dukcapil, yang akan gunakan untuk menyamakan NIK dan nomor KK pada saat pelanggan melakukan pendaftaran.

“Operator kami beri password untuk bisa mengakses dan mencocokkan data dengan kecepatan hingga 1 juta NIK per hari. Kalau sekarang dari enam operator rata-rata sudah mengakses 170.000 NIK per hari,” jelas Zudan.

“Kami jamin operator hanya bisa melihat data saja, tidak mengubahnya. Karena akses yang diberikan kan berbeda. Data yang bisa dilihat nanti verifikasi NIK, nomor KK, nama, tempat tanggal lahir, serta alamat. Jadinya masing-masing nomor seluler, akan langsung terhubung ke NIK. Bisa diketahui data pemiliknya,” tambanya.

BACA JUGA : OnePlus Terus Sadap Data Penggunanya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here