Polri Bikin Densus AntiKorupsi Hanya Untuk Menambah Anggaran?

0
559
Densus AntiKorupsi
Copyright©blogspot

Polri Bikin Densus AntiKorupsi Hanya Untuk Menambah Anggaran?

Indowarta.com– Semenjak awal pertengahan tahun ini, istilah “Densus Antikorupsi” di dalam tubuh Polri ini telah kembali mencuat. Semula telah muncul di Senayan, belakangan ini telah berhembus dari Trunojoyo, markas besar Polri.

BACA JUGA : Novel Baswedan Siap Jalani Operasi Mata Kedua!

Meskipun institusi yang kini tengah dipimpim oleh Jenderal Polisi Tito Karnavian ini sudah memiliki Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) di bawah Badan Reserse Kriminal, pembentukan badan baru antirasuah ini dengan kewenagna setara Komisi Pemberantasan Korupsi ini telah dianggap perlu oleh Tito Karnavan dan langsung didukung oleh Komisi III DPR.

Namun usualn Densus Antikorupsi ini sebenarnya meruapakan wacan ayang usang yang telah dibangkitkan lagi. semula istilah Densus Antikorupsi ini telah muncul pada saat uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri baru pada saat Jenderal Polisi Sutarman menggantikan Jenderal Polisi Timur Pradopo.

Densus AntiKorupsi
Copyright©tribunnews

Pada hari Kamis 17 Oktober 2013m Ahmad Yani yang pada saat itu merupakan angota Komsi III DPR dari Fraksi PPP ini telah bertanya kepada Sutarman “Apakah Kapolri di bawah Pak Sutarman punya komitmen untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pemberantasan korupsi?”.

BACA JUGA: Kapolri Instruksikan Tangkap Pemesan dan Pemberi Dana Saracen!KK

Setelah Sutarman  mengiyakan hal tersebut, Ahmad Yani ini telah menyampaikan pandangan bahwa struktur Direktorat III Tipidkor di bawah Bareskrim Polri ini tidak memadai untuk menangani kasus korupsi yang telah digolongkan sebagia kejahatan luar biasa.

Yani telah mengatakan kepada awak media “Kesimpulan saya, harus ada yang namanya Densus Antikorupsi. Itu usul genuine saya, semua komisi III DPR mendukung. Setelah itu ditindaklanjuti melalui rapat kerja”.

Yani juga telah mengatakan bahwa dia sudah jauh hari mempelajari tata hukum pemberantasan korupsi dengan mengkaji pola kerja KPK dan juga kejaksaan pada saat mengusulkan hal tersebut. Yani telah mengatakan “Densus diberikan kewenangan yang sama dengan KPK”.

Latar belakang Ahmad Yani sendiri kontroversional. Setelah menjadi anggota Komisi III DPR, dirinya telah gagal mencalonakn diri sebagai komisioner KPK. Dirinya juga telah mengundurkan diri sebagia calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan. Yani menjelaskan “Tapi kelemahan di Polri itu rentan intervensi. Kelemahan di Kejaksaan Agung itu rentan intervensi. Jadi penyidiknya tidak begitu independen”.

baca juga : 

Jelang 6 Bulan Teror Novel Baswedan, KPK Tagih Janji Kapolri!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here