Berita Terkini : Empat Ajudan Nurhadi Sengaja Dirotasi Demi Hindari KPK ?

0
1032
Empat Ajudan Nurhadi Sengaja Dirotasi Demi Hindari KPK ?

 

KPK Akan Jemput Paksa Ajundan Nurhadi Yang Diduga Sengaja Rotasikan Untuk Hindari Pemeriksaan KPK

indowarta.com – KPK akan memanggi paksa empat polisi yang mangkir dalam pemanggilan terkait penyelidikan kasus dugaan suap di pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Empat anggota porli yang merupakan ajudan sekertaris Makamah Agung, Nurhadi. Keempat anggota polisi tersebut kembali mangkir dari pemanggilan KPK terkait dengan kasus suap panitera di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Mereka diduga mengetahui hubungan antara Nurhadi dan tersangka pemberi suap, Doddy Ariyanto Supeno. Nurhadi dan istrinya Tin Zuraida sudah di periksa KPK. Nurhadi membantah telibat kasus tersebut.

Edy Nasution dan seorang pekerja swasta bernama Doddy Ariyanto Supeno telah ditangkap KPK terkait dengan pemberi dan penerima suap. Uang sebesar 50 juta yang disita dalam operasi tangkap tangan tersebut diduga terkait pengajuan peninjauan kembali (PK) dua perusahaan swasta yang sedang berperkara di PN Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini diduga pihak kepala Humas Porli Irjen Pol Boy Rafli Amar telah sengaja memindahtugaskan empat anggota polisi ajudan sekertaris Makamah Agung Nurhadi ke Poso untuk menghindari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ia membantah telah sengaja memindahtugaskan empat anggota tersebut ke Poso.  Ya begitulah faktanya, faktanya mereka bersamaan. Tidak ada kesengajaan,” ujar Boy di Mabes Porli, Jakarta Kamis (9/6/2016) .

“Rotasi yang dilakukan  anggota tim operasi Tinobaka dilakukan secara berkala dan kebetulan empat orang itu termasuk di dalamnya”. Ujar boy

Pihaknya tidak menghalang-halangi KPK untuk memeriksa empat anggota polisi ajudan Nurhadi. Ujar Boy

Empat polisi tersebut Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Hadi Nugroho, Brigadir Ari Kuswanto, dan Ipda Andi Yulianto telah mangkir dalam pemanggilan KPK kasus ini mirip dengan Royani, sopir Nurhadi yang hingga kini tak di ketahui keperadaanya. Penyidik belum berhasil menemukan Royani.

KPK mengembangkan kasus ini dengan memeriksa Nurhadi sebagai saksi. Sebelumnya KPK telah melakukan penggeledahan di ruang kerja dan rumah Nurhadi. Dalam kasus ini, KPK telah menyita uang sebesar Rp. 17.000.000.000 di rumah milik Nurhadi di jalan Lekir, Kebayoran Baru, Jakarta.

BACA JUGA : BERITA TERKINI 6 PEMUDA INI DIBURU POLISI USAI FOSE PENGANGI BEKANTAN DAN UPLOAD DI FB !

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here