Curhatan Novel Baswedan Soal Penyiraman Air keras Lewat Video Call!

0
2728
Novel Baswedan
Copyright©linetoday

Curhatan Novel Baswedan Soal Penyiraman Air keras Lewat Video Call!

Indowarta.com – Kali ini Penyidik senior Komisi Pemerantasan Korupsi (KPK) Novel Bawedan mengaku kecewa. Novel kecewa dengan penangan kasus penyiraman air keras yang beberapa watu lalu menimpanya.

Wajar saja Novel Baswedan kecewa karena sudah enam bulan kasus berlalu sejak peristiwa penyiraman air keras pada 11 pril 2017, belum satupun identitas pelaku yang berhasil terungkap. Novel pun menyampaikan kekecewaannya itu melalui video call bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahil Anzar Simanjuntak, di Gedung KPK, Jakarta pada Rabu, 11 Oktober 2017.

Dalam video tersebut Novel mengaku kecewa dengan langkah yang diambil oleh penyidik kepolisian. Dia kecewa dengan pengusutan yang dilakuan oleh jajaran Polda Metro Jaya karena hingga kini dirinya belum menerima informasi terbaru dari pengusutan pelaku penyeranagan terhadapnya itu.

‘Saya mau sampaikan masalah ini hingga sekarang belum terungkap. Selain itu meskipun sudah memasuki bulan keenam saya juga belum mendengar tentang rencana selanjutnya yang akan diambil oleh penyidik’ ujarnya.

Novel Baswedan
Copyright©linetoday

Menurutnya pengungkapan kasus ini tidak bisa berjalan dengan lancar atau terhambat karena pemerintah belum membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Lanjut Novel Baswedan yakni ia berpedsan kepada semua pihak yang berkecimpung dalam pemberantasan korupsi tetap semangat dan berani melawan kejahatan apapun resikonya.

Dalam video itu Novel juga mengungkapkan jika tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa. Maka dari itu intimidasi seperti yang terjadi pada dirinya merupakan salah satu bagian ataupun resiko yang tidak mungkin untuk dihindari.

‘Saya kira ini (korupsi) merupakan salah satu masalah besar dan resiko itu menjadi suatu hal yang tak bisa dielakan’ ujar Novel.

Nampak Aktivis Lalola Ester dan Dahnil Anzar Simanjuntak menunjukan video call Novel di Gedung KPK, pada Rabu, 11 Oktober 2017. Dahnil pun saat itu menyatakan kecewa dengan aparat penegak hukum yang tengah menanganai kasus penyiraman air keras terhadap Novel.

Hal itu dikatakannya karena sudah meelwati 180 hari sejak penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, pelaku belum juga berahsil diungkap. Menurutnya dengan kemampuan yang dimiliki Korps Bhayangkara seharusnya pelaku bisa dengan cepat diungkap.

Baca juga : Titik Terang Kasus Novel Baswedan Akhirnya Mulai Menyala Lagi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here