Penderita Demam Berdarah Harus Dirawat?

0
178
Nyamuk Demam Berdarah (1)
Copyright ©hijapedia

Penderita Demam Berdarah Harus Dirawat?

Indowarta.com – Biasanya pada musim pancaroba banyak yang mewaspadai penyakit demam berdarah. Pada musim ini pula, jumlah pasien yang terkena penyakit ini meningkat. Bahkan menurut data, jumlah pasien terus mengalami peningakatan pada tiap tahun.

BACA JUGA : Manfaat Nyata Memeriksakan Diri Ke Dokter Kulit!

Pada tahun lalu, banyak rumah sakit yang dibuat kwalahan akibat banyaknya pasien demam berdarah yang silih berganti berdatangan. Akibat dari banyaknya pasien yang menderita penyakit ini membuat ruang perawatan tidak mencukupi, sehingga bangan pasien yang harus menempati beberapa ruang altenatif, seperti gedung aula, dan selasar rumah sakit.

Saat itu, Dr. dr. Leonard Nainggolan, SpPD-KPTI, dari Persatuan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi menilai, Indonesia masih belum memiliki strategi yang efisien untuk menekankan wabah demam berdarah. Semestinya, pasien yang terkena penyakit ini, kata dia, tidak herus selalu menjalani perawatan di rumah sakit.

“Pertama harus kita pahami dahulu bedanya infeksi demam berdarah dan tidak. Demam berdarah itu biasanya ditandai dengan demam yang mendadak tinggi, misalnya anak ini kemarin sore masih asyik main bola, tapi ketika subuh demam menggigil,” kata Leo.

Sehingga, saat demam berdarah ada periode yang tenang, kemudian secara mendadak demam tinggi dan menggigil, ini yang merupakan kata kunci pertama. Kedua, jika pada saat demam disertai dengan adanya gajala seperti sakit kepala, mual, ada bintik merah, nyeri sendi dan otot, nyeri pada belakang mata, maka hal ini patut untuk dicurigai terkena penyakit tersebut.

Ilustrasi Cek Darah rendah
Copyright©

Meski begitu, Leo mengatakan harus tetap melihat tanda kedaruratan demam berdarah. Tanda kedaruratan ini terlihat saat penderita syok, kesadaran menurun, kejang, asupan makan tidak baik, tidak bisa makan dan minum dan kecenderungan hematrokitnya mengalami penurunan.

BACA JUGA : Ketahui Penyebab Gejala dan Pengobatan Batuk Kronis!

“Kalau sudah ada kecurigaan, sikap kita adalah melihat ada kedaruratan atau tidak. Kedaruratan seperti ada syok, kejang, kesadaran menurun, tidak bisa makan dan minum atau asupan melalui mulut tidak terjaga, dan ada kecenderungan hematokritnya meningkat,” jelasnya.

Jika melihat tanda-tanda  demam berdarah itu, maka pasien harus menjalami perawatan di rumah sakit berapapun trombositnya. Kedaruratan ini dapat dilihat dari hasil laboratorium. Jika trombositnya masih diatas 100.000, maka pasien bisa melakukan obat jalan.

“Dengan catatan, dikasih obat panas. Kalau pegal dan linu, kita anjurkan untuk minum yang banyak. Dari anjuran WHO, jangan minum air putih biasa, tapi minum yang banyak elektrolitnya misalnya minuman isotonik atau elektrolit yang bisa dibuat sendiri di rumah,” ujar Leo.

BACA JUGA : Cara Mengobati Batuk Ketika Hamil!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here