Kisah Penjual Nasi Yang Di Razia Satpol PP Saat Buka Warung Siang Hari di Bulan Rahmadhan !

0
856
saeni

Kisah Penjual Nasi Yang Di Razia Satpol PP Saat Buka Warung Siang Hari Di Bulan Ramadhan !

Indowarta.comSaeni (53), penjual nasi dan pemilik warung makan di daerah Kota Serang, hanya bisa menangis ketika dagangannya di sita aparat Satuan Polisi Pamongpraja PP Pemkot Serang Jumat (10/6/2016).

Dalam vidio kemarin, tampak seorang penjual nasi saeni yang berumur 53 tahun sendang menangis sambil memohon kepada aparat agar daganganya tidak diangkut. Namun tangisan ibu penjual nasi saeni tersebut oleh pihak aparat tidak di hiraukan. Aparat tetap mengangkut barang dagangan saeni.

Penjual nasi Saeni dianggap telah melanggar aturan dalam Surat Edaran Pemerintah Kota Serang mengenai larangan warung buka pada waktu siang hari pasca bulan suci Ramadhan sebelum pukul 16.00 WIB

Dalam kasus ini, beberapa pedagang dan Saeni beralasan bahwa mereka benar-benar tidak tau mengenai adanya himbauan yang menyebutkan larangan untuk membuka warung siang hari pasca bulan suci ramadhan, beberapa pedangang beralasan karena butuh uang mengingat sebentar lagi adalah bulan suci ramadhan.

Penjual nasi Saeni adalah seseorang dari kalangan menengah kebawah, belakangan di ketahui bahwa modal dagangan penjual nasi Saeni tak kurang dari Rp. 600.000, namun untuk ukuran penjual nasi seperti Saeni modal dagangan tersebut sudah termasuk besar. Hanya itu modal yang dimiliki Penjual nasi Saeni untuk menyambung hidupnya selama bulan suci Rahmadhan ini.

Modal tersebut terlah sirna, seiring dengan harapanya sebagai ongkos pulang mudik di kala lebaran idul fitri mendatang. Setelah dagangan yang disita oelh satpol PP tersebut,  ia sempat sakit dan ketakutan mengingat itu adalah satu-satunya modal yang dimiliki

Namun, penjual nasi Saeni berpikir bahwa hidup harus terus berlanjut. Dia sempat pinjam uang dari Bank keliling, walaupun Saeni menyadari bahwa Bank keliling tersebut akan mencekik lehernya.

“kemarin itu pas disita saya masak habis Rp. 600.000. habis itu saya ponjam Rp. 400.000 sama bank keliling. Habis itu saya sudah tidak punya apa-apa lagi, sih.” Kata pemilik penjual nasi Saeni.

Dari penyitaan tersebut , rupanya mendapat perhatian luas dari masyarakat, khususnya pengguna media sosial. Banyak sekali kecaman atas tindakan penertiban tersebut.

Seorang netizen telah melakukan penggalangan dana untuk penjual nasi Saeni, Dwika Putra lewat akun Twitter nya mengajak para netizen untuk menyumbangkan sedikit dananya melalui rekeningnya untuk ibu penjual nasi Saeni.

Dalam laporan terbarunya, Dwika menyebutkan bahwa dana yang telah tekumpulkan sebanyak Rp.265.534.758 dari 2.427 donasi. Rencanaya bukan hanya penjual nasi saeni yang akan di beri bantuan namun juga penjual nasi lainya yang terkena razia Satpol PP.

BACA JUGA :

BERITA TERKINI : ISIS AKHIRNYA KLAIM BERTANGGUNG JAWAB ATAS PENYERANGAN KLUB GAY DI ORLANDO HINGGA TEWASKAN 50 KORBAN 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here