UMP 2018 DKI Jakarta Akan Diumumkan Pada 31 Oktober Nanti!

0
462
sandiaga uno
Copyrigth©Viva

UMP 2018 DKI Jakarta Akan Diumumkan Pada 31 Oktober Nanti!

Indowarta.com – Besaran upah minimum provinsi (UMP) 2018 akan segera diumumkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno akan melakukan survei untuk menentukan adanya kenaikan upah tersebut.

BACA JUGA : Bertemu Jokowi, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Curhat Soal Sepatu Kets!

“Saya pastikan bahwa target 31 Oktober itu adalah target yang kita usahakan sesuai dengan regulasi. Bahwa kita harus tentukan. Tentunya banyak limitasi restruksi dan kendala-kendalanya karena surveinya baru diputuskan hari ini, dilakukan,” ujar Sandiaga Uno di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (26/10/2017).

WAJIB BACA :  Pesan Sandiaga Uno Saat Lantik 861 PNS DKI!

Dia mengaku kalau sudah melakukan pertemuan dengan jajaran Dinas Tenaga Kerja dan aliansi buruh. Sehingga pihaknya berjanji akan memenuhi UMP 2018 yang berdasarkan kepada survei kebutuhan hidup layak (KHL) warga.

“Arahan yang saya berikan adalah mengenai survei KHL. Survei untuk kehidupan layak. Jadi kita tahu bahwa secara ideal mesti dilakukan sepanjang tahun,” ucap.

Namun pada saat ditanya berapa kenaikan UMP 2018 DKI Jakarta, Sandiaga mengatakan kalau pihaknya masih belum dapat menentukan kenaikan tersebut. Namun dirinya menjamin penetapan itu akan sesuai dengan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

UMP 2018
Copyright ©blogspot

“Saya mohon semua sabar. Nggak usah dulu bicara angka, bicara mengenai proses. Dan kita sudah punya range nggak terlalu jauh. Saya sampaikan ini proses akan terus diberikan updating tiap hari karena rencana 31 Oktober diumumkan,” paparnya.

WAJIB BACA :  Pesan Sandiaga Uno Saat Lantik 861 PNS DKI!

BACA JUGA : Debenhams Akan Tutup Semua Toko di Akhir Tahun!

Sebelumnya, Anggota Dewan Pengupahan perwakilan pengusaha, Sarman Simanjorang mengatakan, hanya dari perwakilan pengusaha saja yang sudah mengusulkan UMP 2018 DKI Jakarta dalam rapat yang dilakukan Dewan Pengupahan DKI Jakarta.

“Usulan pengusaha sekaligus menurut PP 78/2015 yang berdasar Inflasi tambah pertumbuhan ekonomi hasilnya kira-kira 8,73% dikali UMP saat ini Rp 3.355.750 artinya akan sekitar Rp 292.950. jadi angkanya Rp 3.648.700,” kata Sarman.

Sedangkan untuk perwakilan buruh dalam Dewan Pengupahan DKI Jakarta, dikatakannya, masih belum mengajukan usulan mengenai nilainya, karena perwakilan buruh masih meminta untuk dilakukan survei KHL untuk dasar dari penetapan UMP 2018.

WAJIB BACA :  Pesan Sandiaga Uno Saat Lantik 861 PNS DKI!

“Serikat pekerja minta dilakukan survei KHL, walaupun hanya sekali. Tapi waktu sudah mepet jadi mungkin baru bisa dilaksanakan tahun depan, meskipun posisinya tidak wajib hanya sebagai pembanding,” ucap Sarman.

BACA JUGA : Dilema UMP 2018: Buruh Minta Naik Rp 650 Ribu, Pengusaha Mengaku Keberatan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here