Jejak Jejak 4 Pahlawan Nasional Baru Indonesia!

    0
    260
    Jejak Jejak 4 Pahlawan Nasional Baru Indonesia!
    Copyright©liputan6

    Jejak Jejak 4 Pahlawan Nasional Baru Indonesia!

    Indowarta.com – Informasi terkini Bapak Presiden Jokowi yang memiliki nama lengkap Joko Widodo, tepat hari ini beliau menetapkan 4 tokoh sebagai Pahlawan Nasional. Dari empat tokoh memiliki nilai yang sangat pantas menjadi Pahlawan Nasional, dimana jasa mereka terhadap bangsa dan negara sangat mengagumkan.

    Siapa saja keempat tokoh Pahlawan Nasional itu? Tuan Guru Kiai Haji (TGKH) M. Zainuddin Abdul Madjid yang berasal dari NTB, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) dari Aceh, Lafrtan Pane dari Yogyakarta dan Sultan Mahmud Riayat Syah dari Kepulauan Riau.

    Pada Hari Kamis (9/11) pihak Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementrian Sosial bernama Hartono Laras telah mengungkapkan adapun syarat umum dan juga khusus untuk dipenuhi sebelum pada akhirnya presiden telah memutuskan empat tokoh yang memiliki gelar Pahlawan Nasional.

    Baca Juga Protes UMP, Buruh Gelar Aksi ke Balai Kota dan Istana Hari Ini!

    Bapak Hartono mengungkapkan bahwa TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid ini telah lahir dari NTB pada 19 April 1908 dan meninggal pada tanggal 21 Oktober 1997. Beliau adalah seorang nasionalis pejuang kemerdekaan dan dia juga dai, ulama, serta tokoh pendididkam emansipatoris.,

    Diketahui bahwa beliau juga merupakan pendiri dari organisasi Islam Nahdatul Wathan (NW) yang memiliki arti sebagai kebangkitan tanah air. Selain organisasi tersebut juga menjadi organinasi Islam terbesar di Lombok yang sangat memberikan perhatian untuk pendidikan sekaligus agama.

    Zainuddin Abdul Madjid
    Copyright©Republika

    Zainuddin Abdul Madjid telah memulai perjuangannya setelah pulang dari Mekah, Arab Saudi usai mendpaatkan ilmu dari negara tersebut. Beliau juga memiliki predikat Cumlaude, dia pulang ke Lombok juga untuk berjuang mengusir penjajah dan membangun. Sungguh luar biasa sebelum berdirinya NW dan juga sebelum Indonesia meraih kemerdekaan, beliau sudah membangun pusat perjuangan dengan nama Musola Al Mujahidin yang kini menjadi tempat konsolidasikan semangat juang untuk para pejuang.

    Disebut juga kokohnya nilai untuk kebangsaan bekas wilayah sunda kecil yaitu (Bali, NTB, dan NTT), semua itu tidak lepas dari kendali sang ulama. Untuk Laksamana Malahayati ini merupakan tokoh juang beradal dari Nanggtoe Aceh Darussalam, beliau lahir pada tahun 1550 dan meninggal tahun 1615 (sebelum indonesia merdeka) pada pejuang perempuan yang dimakamkan di Krueng Raya, Aceh Barat.

    Laksamana Malahayati
    Copyright©SHNet

    Malahayati ini merupakan perempuan pertama dan tidak hanya di nusantara namun juga di du dunia. Dia telah membentuk sebuah pasukan dengan nama “Inong Balee” yang terdiri dari para janda prajurit Aceh yang lincah dalam tembakan meriam dan menunggang kuda.

    Baca Juga Sama sama Gunakan Enskripsi, Ini Beda Telegram dan WhatsApp!

    Di tahun 1559, dia juga sudah memimpin armada laut berperang melawan Belanda dan mencapai kesuksesan dalam menewaskan Cornelis De Houtman. Pada tahun 1606, Malahayati ini gandengan dengan Darmawangsan Tun Pangkat (Sultan Iskandar Muda) dan mereka sukses kalahkan armada laut Portugis.

    Tolak Komunias dan Menaklukkan Belanda

    Sultan Mahmud Riayat Syah yang lahir di kepulauan Riau pada Agustus 1760 dan meninggal 12 Januari 1812. Pada masa ke masa di tahun 1782 sampai 1784, Sultan telah berhasil kalahkan Belanda dan dia juga ingin tanamkan pengaruhnya di Riau dalam perang Riau I. Kapal Komando belanda Malaka’s Walvaren juga berhasil dihancurkan.

    Sultan Mahmud Riayat Syah
    Copyright©blog

    Sedangkan di tahun 1784 ini sang Sultan merebut kembali memimpin perang dengan Belanda yang dipimpin oleh Pieter Jacob Van Braam di Tanjung Pinang. Namunb ada hal yang aneh, Sultan tak mau berdamai dengan Belanda dan hal ini bermula menerapkan Strategi gerilya laut yang memiliki tujuan untuk menghacurkan perdagangan Belanda di Selat Melaka dan juga Kepulauan Riau.

    Baca Juga Gerindra Buka Peluang Dukung Ridwan Kamil Di Jabar?

    Lafran pane merupakan tokoh dari Yogyakarta, dia lahir di Sipirok 12 April 1923 dan wafat pada 24 januari 1981 di Yogyakarta. Beliau juga dikenal sebnaga tokoh pergerakan pemuda dan memimpin dalam pembentukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di tahun 1947 setelah Indonesia merdeka.

    Lafran pane
    Copyright©politik.rmol

    Perjalanannya HMI telah menolak gagasan negara Islam danb yang digagas oleh Maridjan Kartosoewiryo merupakan pendiri dari gerakan Darul Silam. Selain itu juga Lafran ini juga salah satu dari tokoh utama yang sangat menentang pergantian ideologi negara dari pancasila menjadi komunisme. Itulah beberapa jejak keempat Pahlawan Nasional yang dipilih Bapak Presiden Republik Indonesia.

    Baca Juga Viral Video Bocah SMP Meraung Dan Peluk Motor Saat Ditilang!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here