Pro Kontra Kenaikan UMP 2018!

0
205
Aksi Unjuk Rasa Buruh.
Copyright ©pemeriksaanpajak

Pro Kontra Kenaikan UMP 2018!

Indowarta.com – Pemerintah sudah mengingatkan kapada seluruh kepala daerah untuk segera mengumumkan upah minimum provinsi (UMP). Dalam pehitungan yang dilakukan pemerintah telah ditemukan angka 8,71 persen untuk acuan kenaikan UMP 2018.

BACA JUGA : UMP DKI Jakarta 2018 Diummumkan Mulai Hari Ini!

Adanya kenaikan ini sudah merupakan total perhitungan dengan melihat pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang sesuai dengan formula kenaikan UMP, seperti yang tertuang pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional (pertumbuhan produk domestik bruto) yang akan digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2018 bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS RI) sesuai dengan Surat Kepala BPS RI Nomor B-188/BPS/1000/10/2017 tanggal 11 Oktober 2017,” isi Surat Edaran Kemenaker.

Dari kebijakan UMP 2018 ini telah menimbulkan pro dan kontra dari masyarakat, apa saja? Berikut sejumlah pro dan kontran yang dikutib dari merdeka.com.

  1. Kenaikan upah dengan catatan peningkatan produktivitas

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang Ketenagakerjaan Harijanto menyatakan, adanya kenaikan UMP 2018 ini diharapkan dapat memicu para pekerja untuk lebih semangat lagi dan meningkatkan produktivitasnya.

“Membayar upah itu kan harus dibandingkan dengan produktivitas yang lebih tinggi, apakah pekerja lebih efisien apa lebih cepat atau lebih banyak,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here