3 Sosok Opsi yang Akan Dampingi Jokowi di Pilpres 2019!

0
18870
Copyright©Okezone

3 Sosok Opsi yang Akan Dampingi Jokowi di Pilpres 2019!

Indowarta.com – Kabar Jokowi, hasil survei dari beberapa lembaga, nama Jokowi masih sangat kuat sebagai kandidat calon presiden di pemilu 2019 mendatang. Adapun seorang peneliti bernama Sirojudin Abas sebagai Saiful Mujani Research Cdenter (SMRC) ini mengungkapkan kalau ada kondisi Jokowi mampu leluasa untuk pilih figur sebagai pendamping.

Survei elektabilitas Jokowi kini mampu menyamai hasil survei elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2007 silam, pada saat ini akan maju sebagai pertahanan presiden ke pemilu 2009.

Baca Juga Gerindra Buka Peluang Dukung Ridwan Kamil Di Jabar?

Ungkap Sirojudin pada saat itu SBY sangat leluasa pilih calon wakil presiden tanpa gantungkan pilihan yang telah disodorkan partai pendukung tersebut. Ketua umum partai Demokrat ini bahkan berani pilih Boediono yang berasal dari Jawa Timur. Tetapi tetap menang untuk hasil survei elektabilitas SBY menjelang pemilu 2009 tidak pernah kurang dari 60%.

3 Sosok Opsi yang Akan Dampingi Jokowi di Pilpres 2019
Copyright©detik

Ungkap Sirojudin, “ Pak Jokowi juga jika bisa mencapai elektabilitas mirip dengan pak SBY di tahun 2007 ada kemungkinan pak Jokowi juga leluasa untuk memilih wakilnya tanpa memiliki keterkaitan dengan parta pengusung.”

Siapa saja kandidat yang layak mendapingi Jokowi di pemilu 2019?

Ternyata Sirojudin juga sebutkan ada tiga karakteristik calon yang akan mendapingi jokowi di pemilu 2019 nanti. Hal tersebut tergantung pada isu  yang sudah menjadi perhatiasn publik nasional dan internasiona menjelang pemilu 2019 mendatang.

Dia telah memberikan contoh tentang isu keamanan semisal akan ada pemilu yang terjadi kerusuhan ataupun sebagai ancaman luar maupun dalam negeri jadi pilihan cawapres yang akan ditonjolkan fitur berlatar belakang militer.

Baca Juga Deddy Mizwar Sebut dirinya Akan Menjadi Kader Partai Demokrat!

Karakter kedua yaitu memiliki figur berlatar belakang ekonom. Dimana Sirojudin memberikan contoh momentum jelang pemilu 2014, pada akhirnya Jusuf Kalla telah dipilih sebagai pendaping Jokowi pada waktu itu.

Pro-Pluralisme, dimana karakter ketiga ini menjadi figur dibutuhkan bila ada isu SARA dalam pilkada DKI Jakarta yang masih merembet sampai pemilu 2019 nanti. Bila kondisi itu terjadi, maka Jokowi akan lebih terdorong untuk pilih calon yang mempresentasikan Islam Indonesia ini lebih moderat terbuka dan toleran supaya negara tetap memiliki kestabilan.

Baca Juga PKB Sebut Santri Lebih Cocok Dampingi Jokowi di Pilpres 2019!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here