Rekaman KPK ini Sebut Jatah Rp 60 Miliar untuk Setya Novanto Dalam Proyek E-KTP!

0
149
Setya Novanto
Copyright ©radarcirebon

Rekaman KPK ini Sebut Jatah Rp 60 Miliar untuk Setya Novanto Dalam Proyek E-KTP!

Indowarta.com – Rekaman pembicaraan milik Direktur Biomorf Lone LCC, Johannes Marliem diputar dalam persidangan kasus E-KTP kemarin. Pemutaran rekaman tersebut dilakuka oleh tim jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rekaman itu diputar di ruang persidangan kasus suap dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Naronggong pada Senin, 13 November 2017. Dalam rekaman tersebut mengungkap terkait dana yang diterima oleh Ketua DPR, Setya Novanto dalam proyek pengadaan E-KTP.

Dalam rekaman itu berisikan percakapan antara Johannes Marliem dan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto. Sedangkan Sugiharto yang dihadirkan dalam persidangan sebagai saksi terdakwa Andi Naronggong juga membenarkan percakapan tersebut.

WAJIB BACA :  Fahri Hamzah Minta Setya Novanto Diperlakukan Seperti Richard Joost Lino!

‘Iya itu benar, pembicaraan itu dilakukan di ruang kerja saya’ ujar Sugiharto di hadapan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin, 13 November 2017.

Setya Novanto
Copyright ©kumparan

Rekaman pembicaraan antara Marliem dan Sugiharto mengungkap jika Setya Novanto yang kini menjabat sebagai Ketua DPR mendapatkan jatah RP 60 miliar dalam proyek E-KTP. Sugiharto sendiri juga mengatakan jika dirinya dan Marilem membicarakan mengenai pembayaran jatah untuk Novanto.

Marliem kala itu diminta untuk membayar uang ke orang yang ‘membeking’ atau berada di belakang Andi Naronggong yakni tak lain adalah Novanto. ‘Bos Andi tentu saja SN siapa lagi, ya Setya Novanto bosnya’ ujar Sugiharto.

WAJIB BACA :  Saat Otto Hasibuan Dapatkan Cibiran Ketika Jadi Pengacara

Sugiharto menambahkan awalnya Andi Naronggong meminta supaya bagian untuk Novanto yang ketika itu menjabat sebagai Ketua Fraksi Golkar diberikan jatah sebesar Rp 100 miliar. Akan tetapi saat itu Marilem hanya mampu menyediaan Rp 60 miliar. Lalu dia pun menawarkan untuk meyakini Adi Naronggong jika Marilem bersedia.

Dalam pembicaraan itu, Sugiharto menawarkan supaya Marliem menunggu perhitungan pengeluaran biaya dengan Direktur PT Quadra Solutions, Anang Sugiana Sudihardjo. ‘Pekerjaan diselesaikan terlebih dahulu, antara Marliem dan Anang ada hitungan yag belum jelas. Di lapangan antara Anang dan Marliem belum dihitung’ sambung Sugiharto.

Sementara itu dalam kasus E-KTP ini, Andi Naronggong didakwa telah merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun dalam proyek tersebut. Dia diduga terlibat suap terkait proses penganggaran proyek E-KTP ke DPR pada tahun2011 hingga 2013. Selain itu nama Setya Novanto yang saat ini menjabat sebgaai Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR juga dikaitkan. Novanto dianggap berperan dam mengarahkan, mengatur dan memenangkan Konsorsium PNRI menjadi pelaksana proyek E-KTP.

Baca juga : Menanti Kehadiran Setya Novanto di Gedung KPK!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here