Ketika Fahri Hamzah Beberkan Pengakuan Setya Novanto Soal ‘Campur Tangan’ Jokowi di Kasus E KTP!

0
455
Fahri Hamzah
Copyright©Fahri Hamzah

Ketika Fahri Hamzah Beberkan Pengakuan Setya Novanto Soal ‘Campur Tangan’ Jokowi di Kasus E KTP!

Indowarta.comFahri Hamzah sebagai Wakil Ketua DPR telah klaim kalau ketua DPR Setya Novanto telah dapatkan info kalau ada pihak yang ingin paksa menjadi tersangka dalam kasus koruipsi e-KTP. Fahri Hamzah telah mengakui kalau kabar ini adalah cerita yang tengah disampaikan dari Setnov kepadanya.

Ungkap Fahri Hamzah di Gedung DPR,”Ada yang ngomong ke Pak Novanto, yang saya dengar ya ini permintaan presiden katanya. Ada yang bilang ini permintaan wakil presiden ada juga yang bilang begitu ke Pak Nov.”

Dirinya tak mengetahui siapa pihak yang memberikan informasi itu kepada Setnov. Tetapi dia telah memberikan penegasan kalau Informasi tersebut adalah pengakuan Sernov kepadanya. Tidak hanya itu saja, adapun pengakuan Setnov, diketahui kalau Fahri Hamzah klaim dapatkan info kalau pijat tersebut telah berkeliling gaet dukungan supaya Setnov dipenjara.

WAJIB BACA :  Sindiran Pedas Said Aqil Siradj Kepada Setya Novanto!

Baca Juga Intip Celana Dinas Sandiaga Uno yang Punyai Tali Pengencang!

Dia mengungkapkan juga kalau ada pihak tertentu yang sangat kekeh minta Setnov dipenjara. “Dan itu yang saya dengar, dia bilang ‘gak bisa Novanto haru masuk’. Begitu ngomongnya. Dia keliling kemana-mana , dia ngomong ke orang ‘gak bisa, Novanto harus masuk,’ uangkapnya.” Fahri Hamzah kembali tegaskan pengakuan Setya Novanto.

Selain itu, Fahri juga dapatkan infor kalau KPK akan jadikan Novanto sebagai target utama dalam mempertahankan eksistensi lembata tersebut, fahri kalim, KPK khawatir akan dibubarkan jika Novanto tidak di penjara.

Fahri juga telah mengimbuhkan, ada salah satu cara untuk memenjarakan Novanto yaitu dengan cara tetapkan kembali tersangka kasus yang diduga korupsi proyek e-KTP. “kata mereka, bagi kami (KPK) Setya Novanto adalah mahkota KPK. Kalau dia tidak dipenjara maka hancurlah KPK. Dia ngomong begitu,”Ucap Fahri.

WAJIB BACA :  Ada Perbaikan, Jokowi Pindah Ke Kantor istana Bogor!

Baca Juga Berbagai Kebijakan Ahok yang Akan segera Diubah Oleh Anies Baswedan!

Anggota DPR daerah pemulihan Nusa Tenggara Barat (NTB) juga menilai kalau ada muatan politik dibalik tindakan KPK untuk tetapkan SetNov sebagai tersangka dengan kasus korupsi e-KTP. Akhirnya Fahri telah menuding pihak KPK yang sudah menjalin kesepakatan dengan kelompok khusu yang digunakan untuk kekuatan Golkar dalam politik. Dalam kekuatan tersebut memiliki maksud kalau fahri ini adalah persentase suara Golkar pada pemilu 2014 lalu yang sudah capai 14.7%.

Setya Novanto
Copyright©Setya Novanto

Baginya, untuk persentase suara tersebut telah dijadikan suatu kelompok yang memiliki kesepakatan dengan KPK untuk keperluan pemilu 2019 mendatang. Tutur Fahri Hamzah,”kasus ini mengarah pada kasus politik dan makin di ujung Saya melihat kasus ini lebih terarah pada perebutan tiket di tahun 2019 yaitu merebutkan tiket 14,7% tiket Golkar.”

Baca Juga Akun FB Ananda Sukarlan diretas, Karena Walk Out?

Diketahui bahwa Setya Novanto ini dikabarkan kembali sebagai tersangka dengan adanya dugaan e-KTP oleh pihak KPK pada jumat lalu. Hal itu merupakan sebagai penetapan kedua usai yang pertama gugur akibat vonbis hami prapoeradilan di pengadilan negeri Jakarta Selatan.

WAJIB BACA :  Setya Novanto Tak Boleh Adu Domba KPK dan Polri!

Senin kemarin, Setnov juga sudah dipanggil KPK untuk kembali diperiksA Sebagai saksi untuk tersangka dugaan korupsi e-ktp. Setnov telah dipanggir untuk pemeriksaan KPK senin kemarin. Setnov telah melakukan kunker ke Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sedangkan Wakil ketua KPK Laode Muhammad Syatif telah menyatakan kalau pihaknya telah bantah suatu keterangan yang sebutkan kalau presiden telah iky campur dengan adanya penanganan kasus e-KTP.”Enggah ada lah, masa Presiden menitipkan ke KPK, tak ada hal seperti itu.” Tuturnya. Bagaimana pendapat kalian?

Baca Juga Duh , ,Laptop Penyidik KPK Hilang, Isinya Soal Setya Novanto?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here