Hambatan Polri Saat Tangani Penyandreaan Kelompok Bersenjata di Papua!

0
306
Kelompok Bersenjata
Copyright©beritasatu

Hambatan Polri Saat Tangani Penyandreaan Kelompok Bersenjata di Papua!

Indowarta.com– Kelompok kriminal bersenjata masih menyandera sebanyak 1.300 warga y ang berada di Desa Kimbely dan juga Desa Banti, Mimika, Papua. Segala akses untuk bisa masuk ke dalam dua desa tersebut pun teah ditutup oleh Kelompok Bersenjata. Hal ini telah membuat polisi merasa kesulitan untuk membebakan dan juga memberikan bantuan pangan bagi warga desa tersebut.

Baca Juga PPP Modal Berharga Gaet Dukungan Partai Dibalik Tingginya Elektabilitas Jokowi!

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto pada hari Selasa 14 November 2017 ini telah mengatakan “Jalan di sana dilubangi dan dipalang, jadi enggak bisa lewat. Jadi enggak bisa masuk karena di jalan yang menuju arah ke sana terhalang”.

Bahkan bantuan yang berasal dari jalur udara juga sulit untuk bisa disalurkan. Kedua desa tersebut tidak memiliki llandasan udara untuk kapan ataupun helikopter mendarat. Setyo telah mengatakan “Enggak bisa (jalur udara), karena di kampung itu kan tidak ada landasan. Itu kan di gunung. Banyak kabut terus, karena daerah dingin”.

Kelompok Bersenjata
Copyright©elshinta

Selain itu Setyo juga mengungkapkan bahwa Kelompok Bersenjata tersebut hingga saat ini telah bersembunyi di sekitar kampung tersebut. Setyo menuturkan “Mereka punya senjata juga tinggal di situ. Kadang naik ke gunung, kadang ke kampung itu. Kalau turun gunung tanpa sepengetahuan petugas. Kalau ketahuan petugas, pasti ditindak”.

Setidaknya kini telah terdapat 1.300 orang dari dua desa terseut yakni di Desa Kimbely dan juga Desa Banti, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua yang dilarang keluar dari kampung itu oleh kelompok bersenjata tersebut.

Baca Juga Golkar Tetap Solid Meski Setya Novanto Ditetapkan Jadi Tersangka!

Sudah kurang lebih sepekan ini penyanderaan dilakukan oleh kelompok bersenjata di area Freeport tersebut. kini kondisi para sandera pun mulai memprihatinkan. Salah satunya adalah dilami oleh pria yang berasal dari Pulau Jawa yang bernama Sugiyono. Dirinya telah jatuh sakit akibat dari disandera di kampung Kimbely.

Berkat bantuan dari mama-mama penduduk lokal, Sugiyono pun berhasil melarikan diri. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhamad Aidi pada hari Selasa 14 November 2017 telah mengatakan “Dia digotong mama-mama yang hendak mengambil bahan makanan yang disediakan pemerintah. Saat tiba di Temabagapura, Sugiyono memiliki fisik yang sangat lemah dan juga stres,”.

baca juga : 

Pelaku Pembakar Polres Dharmasraya Diduga Merupakan Simpatisan ISIS!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here