Buni Yani Divonis 1.5 Tahun, Ahok Berpeluang Bebas?

0
423
Ahok
Copyright©kompas

Buni Yani Divonis 1.5 Tahun, Ahok Berpeluang Bebas?

Indowarta.com – Buni Yani yang merupakan terdakwa kasus pelangaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronika (UU ITE) menjalani sidang vonis kemarin Selasa, 14 November 2017. Majelis hakim menjatuhi vonis terhadap Buni selama satu tahun enam bulan kurungan penjara.

Vonis terhadap Buni ini disebut-sebut dapat menjadi pintu keluar bagi Basuki Tahaja Purnama alias Ahok dari jeruji besi. Seperti diketahui mantan Gubernur DKI Jakarta itu saat ini menjalani hukuman penjara atas kasus penodaan agama di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Bromob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Majelis hakim memutuskan Buni bersalah karena terbukti melawan hukum dengan mengunggah video pidato Ahok di Kepualauan Seribu. Buni mengunggah video itu tanpa seizin Diskominformas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai pemiliki video.

WAJIB BACA :  Ahok Bantah Tuduhan Anies Baswedan Soal Aliran Uang Operasional Gubernur DKI

Selain itu Buni juga dianggap terbukti memotong dan mengubah durasi video asli yang berdurasi 1 menit 48 detik menjadi 30 detik. Vonis sendiri dibacakan oleh ketua majelis hakim, M Sapto dalam persidangan di gedung Arsip, Jalan Seram, bandung, Jawa Barat.

Ahok
Copyright©merdeka

‘Dengan ini menyatkan terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan pengubahan, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindah, menyembunyikan informasi elektronik atau dokumen elektonik milik orang lain atau milik publik’ ujar hakim pada Selasa, 14 November 2017.

Seperti diketahui jika vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa. Jaksa menuntut Buni Yani dengan dua tahun kurungan penjara dan denda Rp 100 juta dengan subsider tiga bulan penjara. Pada saat itu majelis hakim juga tidak menyertakan perintah penahanan langsung terhadap Buni.

WAJIB BACA :  Ahok Bantah Tuduhan Anies Baswedan Soal Aliran Uang Operasional Gubernur DKI

Sementara itu setelah jatuhan vonis tersebut, Buni dan kuasa hukumnya memutuskan untuk mengajukan banding. Permohonan banding ini dikatakan oleh pengacara Buni, Aldwin Rahadian dan akan diajukan sesegera mungkin. Selain mengajukan banding, Aldwin juga akan melaporkan panel hakim ke Komisi Yudisial (KY) karena vonis terhadap kliennya dinilai keliru dan tidak mendasar.

Vonis penjara terhadap Buni Yani ini juga ditanggapi oleh pakar hukum pidana Universitas Muhammadyah Jakarta (UMJ), Syaiful Bakhri. Menurutnya vonis itu tak didasari oleh pertimbangan yang tepat karena ketetapan hukum dalam kasus penodaan agama Ahok seharusnya menggugurkan dakwan terhadap Buni. Maka dari itu Syaiful mendukung upaya Buni untuk melakukan banding.

WAJIB BACA :  Ahok Bantah Tuduhan Anies Baswedan Soal Aliran Uang Operasional Gubernur DKI

Menurutnya vonis yang dijatuhkan kepada Buni ini dapat membuka peluang untuk Ahok melakukan upaya hukum yang luar biasa. ‘Banding akan melihat berkas, dan berkas itu akan menampakan jika Buni bisa bebas murni atau tidak. Dengan Buni terbukti bersalah, meski tidak berkekuatan hukum tetap, itu nanti akan membuka jalan Ahok untuk peninjaukan kembali (PK)’ ujar Syaiful.

Baca juga : Ahok Tolak Jadi Saksi Sidang Buni Yani!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here