Mangkir Pemeriksaan KPK, Setya Novanto Ternyata Lebih Pilih Hadiri Acara Ini!

0
98
Setya Novanto
Copyright ©liputanbanten

Mangkir Pemeriksaan KPK, Setya Novanto Ternyata Lebih Pilih Hadiri Acara Ini!

Indowarta.com– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto memilih hadir di dlam Rapat Paripurna Pembukkaan masa sidang kedua tahun 2017 2018 di DPR dari pada memenuhi panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi.

BACA JUGA : Sentilan Wapres JK Saat Setya Novanto Berusaha Lolos Jeratan KPK!

Sedianya pada hari ini yakni hari Rabu 15 November 2017 ini Setya Novanto telah dijadwalkan diperiksa KPK sebagai tersangka di dalam kasus korupsi E KTP. pemanggilan hari ini merupakan pertama kalinya sejak dirinya telah kembali ditetapkan sebagai tersangka di dalam kasus dugaan korupsi E KTP pada hari Jumat 10 November 2017.

WAJIB BACA :  KPK Buka Pelelangan Mobil dan Ponsel Hasil Rampasan Kasus Korupsi, Berminat?

Setya Novanto sudah dipastian tidak akan hadir memenuhi panggilan tersebut. Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah telah mengatakan bahwa surat ketidakhadiran ini telah dikirim oleh kuasa hukum Setya Novanto ke bagian persuratan KPK pada pagi hari ini. Setya Novanto sendiri bersama dengan Wakil Ketua DPR yakni Fahri Hamzan dan juga Agus Hermanto telah memimpin rapat paripurna di DPR.

Setya Novanto. (2)
Copyright ©ist

Setya Novanto juga telah dijadwalakn akan membacakan pidato pembukaan masa sidang di hadapan anggota DPR dengan status tersangka yang kini tengah dia sandang.

KPK sebelumnya kembali menetapkan Setya Novanto di dalam kasus dugaan korupsi proyek E KTP sebagai tersangka pada hari Jumat yang lalu. Sebelumnya Setya Novanto telah berhasil lolos dari status tersangka setelah berhasil memenangi gugatan praperadilan terhadap KPK.

WAJIB BACA :  Saat Otto Hasibuan Dapatkan Cibiran Ketika Jadi Pengacara

BACA JUGA : Ini Perbedaaan Buni Yani dengan Ahok Usai Dijatuhi Vonis!

Di dalam kasus ini, Setya Novanto telah diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain ataupun korporasi bersama dengan beberapa orang yang lainnya. Beberapa orang tersebut adalah Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo, pengusaha Andi Agustinus atau Andi Narogong, serta dua mantan Pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto.

Tidak hanya itu saja, Setya Novanto juga diduga telah menyalahgunakan jabatan dan juga kewenangan pada saat masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar. Akibat dari hal tersebut, diduga bahwa negara telah dirugikan sebesar Rp 2,3 triliun pada proyek senilai Rp 5,9 triliun tersebut.

baca juga : 

Absen, Setya Novanto Layangkan Surat Mangkir kepada KPK!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here