Berita Terkini : Bos Indosat Ooredoo Akui Adanya Spanduk yang ‘meghina’ Pihak Telkomsel !

0
1756
Indosat

Berita Terkini : Bos Indosat Ooredoo Akui Adanya Spanduk yang ‘meghina’ Pihak Telkomsel !

Indowarta.com– Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli telah membenarkan mengenai keberadaan foto spanduk Indosat yang menyinggung pesaingnya yaitu Telkomsel. Alex menyebutkan bahwa foto tersebut bukanlah iklan. Hal tersbeut hanya hal akuisisi saja.

Alex juga mengatakan bahwa strategi Indosat ooredoo di wilayah tersebut bukan mengenai persaingan harga. Pada saat dibahas lebih lanjut mengenai bentuk dari persaingan tersebut, Alex masih enggan berkomentar. Foto spanduk promosi operator seluler Indosat ooredoo tersebut kini menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.

Pasalnya dalam foto tersebut, operator seluler yang memiliki ciri khas warna kuning tersebut secara buka-bukaan menyindir tarif telepon operator seluler yang menjadi pesaingnya yaitu Telkomsel. Salah satu netizen menulliskan di media sosial Fb “Jadi, sekarang boleh advertising pakai nyebut merek kompetitor, ya?”.

Indosat

Di dalam foto tersebut, di salah satu spanduk bertuliskan “Cuma IM3 Ooredoo nelpon Rp 1/detik, Telkomsel? Gak mungkin.” Poster lain berisi tulisan, “Saya sudah buktikan nelpon ke Telkomsel Rp 1/detik.” Hal ini tentu saja secara terang-terangan menyindir operator seluler Telkomsel.

Persaingan antar operator kini memang sedang hangat dibicarakan. Lebih lebih dengan alotnya pembahasan tarif interkoneksi yang kini sedang digodok bersama dengan kemenkominfo.

Belakangan ini muncul kabar bahwa Menteri Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) yakni Rudiantara kembali membahas mengenai isu konsolidasi operator seluler melalui akun tiwtter yang dimilikinya pada hari Kamis 11 Juni 2016. Rudiantara berharap agar Indonesia hanya memiliki operator seluler tiga atau empat saja.

Beberapa tahun yang lalu, para penyedia jaringan seluler memang didorong untuk bergabung (merger). Hal ini karena Indonesia merupaka negara dengan jumlah operator selulert terbanyak yakni sebanyak 10 operator seluler.

Hasilnya adalah kinerja operator diak bisa maksimal karena jumlah frekuensi terbatas untuk ke banyak pengelola. Ditambah lagi dengan pendanaan bisnis yang tidak seditkit sehingga yang tidak kuat akan tergerus. Pada setiap tahun, Industri telekomunikasi harus mengeluarkan dana setidaknya sebesar 4,5 miliar Dollar Amerika Serikat.

baca juga :

Berita Terkini : Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno – Hatta Dipenuhi dengan Santuhan Seniman Berkelas Indonesia !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here