Ahok Bantah Tuduhan Anies Baswedan Soal Aliran Uang Operasional Gubernur DKI

0
463
Ahok Bantah Tuduhan Anies Baswedan
Copyright©Tribun

Ahok Bantah Tuduhan Anies Baswedan Soal Aliran Uang Operasional Gubernur DKI

Indowarta.com – Kabar terbaru bahwa Gubernur DKI Jakarta akan memiliki rencana naikkan anggaran dan juga jumlah anggota Tim gubernur Untuk mempercepat pembangunan TGUPP dari sebelumnya 15 orang yang menjadi 73 orang serta hal ini pengaruh terhadap anggaran yang rencananya akan dinaikkan dua kali lipat sekitar Rp 28.5 miliar.

Anies Baswedan sebutkan salah satu dari alasannya untuk menaikkan tarif anggaran TGUPP karena ingin tim gubernur dibiayai oleh swasta semisal yang dilakukan Gubernur terdahulu yaitu Basuki Tjahaja Purnama atau kerap disebut Ahok.

Baca Juga Golkar Akan Tarik Setya Novanto Dari Kursi Ketua DPR!

Adapun tanggapan dari mantan Gubernur DKI jakarta yaitu Ahok yang mengatakan kalau semua staf gubernur dibiayai oleh dana operasional gubernur bukan dari swasta. “kami selama di Balai Kota Jakarta murni digaji dari operasional Gubernur Pak Ahok,” tulis timBTP kedalam akun instagram resmi Ahok @basuki BTP.

WAJIB BACA :  Belum Sampai Puncaknya, Apa Solusi Anies Baswedan Sandiaga Uno Atasi Banjir Jakarta?
Ahok Bantah Tuduhan Anies Baswedan
Copyright©Tribun

Alhasil dari tim Ahok ini beberkan anggaran uang operasional sebesar Rp 4.5 miliar yang telah diterima Gubernur DKI setiap bulannya. Dimana uang itu nantinya dibagi dengan wagub, sekda dan juga wali kota untuk pembiayaan operasional para pejabat ;lainnya.

Tidak hanya itu saja, uang operasional Ahok juga telah digunakan untuk membantu dalam pengaduan warga dari pembayaran ijazah, memiliki kursi roda sampai membantu dalam pembangunan rumah ibadah. Dalam tulisan timBTP,”Serta menambah honor untuk para OB dan para cleaning service yang bekerja di sekitar kantor gubernur.”

Baca Juga Emil Dardak, Kader PDIP yang Diambil Pesaing Dalam Pilkada Jatim!

Adapun pengungkapan dari Mawardi selaku Kepala Biro kepala Daerah dan kerja Sama Luar Negeri DKI, dalam opersional Anies-Sandi bulan Oktober sudah disalurkan. Pembambilan tersebut 0,13% dari PAD, 0,13% dari PAD DKI dengan nilai niaga sebesar Rp 4,5 miliar,”Rp 4.5 miliar itu total Gubernur dan Wagub. Untuk pembagiannya juga masih sama seperti dulu yaitu 60:40.”

Baca Juga PDIP Akan Beri Sanksi Untuk Emil Dardak Karena Berpasangan dengan Khofifah di Pilkada Jatim!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here