Ini Strategi BPJS Kesehatan untuk Pemulihan Defisit!

0
249
Ini Strategi BPJS Kesehatan untuk Pemulihan Defisit
Copyright©Kompas

Ini Strategi BPJS Kesehatan untuk Pemulihan Defisit!

Indowarta.com – Sebelumnya dikabarkan bahwa BPJS Kesehatan mengalami defisit. Dan saat ini dikabarkan lagi bahwa pihak  tengah pertimbgangkan dan juga ditempuh oleh instansi supaya memulihkan dari defisit tersebut.

Kemal Imam Santoso sebagai Direktur Keuangan BPJS Kesehatan kini telah mengungkapkan ada salah satu yang akan ditempuh yaitu dengan cara tingkatkan kolektibilitas iuran peserta dan juga memudahkan mereka yang sudah menggunakan BPJS Kesehatan melakukan pembayaran.

Baca Juga 900 Unit Apartemen Meikarta Diklaim Telah Ludes Terjual!

Nah! Adapun kemudahan yang disarankan yaitu melibatkan Tabungan Sehat bersama BNI dan juga Go Bills dengan Go-Jek. “Kalau penunggak bayar, ya otomatis mengurangi (defisit),” ungkap Kemal pada saat di gedung BNI 46, Rabu, 21 November 2017.

Dimana untuk Tabungan Sehat adalah produk BNI yang khusus untuk pomilik kartu jaminan Kesehatan nasional – kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Hal tersebut melalui dengan tabungan dan bagi peserta juga bisa otomatis dalam melakukan pembayaran tunggakan iuran kesehatan.

Ini Strategi BPJS Kesehatan untuk Pemulihan Defisit
Copyright©Kompas

Adapun cara yang sangat muda, anda sebagai pengguna cukup datang ke kantor cabang BNI dan membawa kartu JKN-KIS, terus setorkan uang seperti anda melakukan setoran tabungan. Dimana yang tertera dalam setoran tersebut sudah tertera angka dari tunggakan maka secara otomatis di debet.

Imbuh Kemal,”Total angkanya ada 10 juta orang menunggak, tapi itu angka dinamis naik-turun. Sebagaiaman besa tunggakan itu peserta non-upah.”

Ternyata tidak hanya kerja sama dengan Tabungan Sehat bersama BNI, kini BPJS Kesehatan juga kerja sama dengan Go-Jek. Jadi anda sebagai peserta bisa melakukan pembayaran iuran BPJS Kesehatan melalui aplikasi ride sharing yang sidah disebutkan yaitu akses menu Go-Bills. “Selain itu, payment point kita pun sudah banyak sekali, 600.000 titik.”tuturnya.

Defisit itu terjadi karena BPJS Kesehatan memang tidak mengikuti perhitungan aktuaris dalam tetapkan iuran pesertanya. Misal hitungan semestinya Rp 23.000 tapi iuran yang ditagih peserta hanya Rp 20.000 begitu pula jika iurannya sebenarnya Rp 53.00 dan hanya ditagih Rp 45.500.

Baca Juga Soal Gojek Akan Jadi Agen Pajak, Ini Penjelasan Menteri Sri Mulyani!

Dimana perhitungan tersebiut bagi Fachmi sebagai Direktur Utama BPJS Kesehatan memang sengaja dilakukan karena memiliki tujuan untuk meringankan beban peserta. Karena kondisi daya beli masyarakat sedang rendah kalau ada kenaikan tarif premi maka dikhawatirkan akan membenai peserta.

Dirut BPJS Kesehatan telah tegaskan kalau pihak Instansinya tidak akan menaikkan tarif BPJS Kesehatan ataupun mengurangi manfaat yang sudah tertera dalam perjanjian BPJS Kesehatan. Hal ini memiliki wacana kalau nantinya akan mengambil persentase dari cukai rokok untuk dialihkan ke BPJS Kesehatan.

Baca Juga UMK Ditetapkan, Buruh Jabar Lakukan Aksi Demo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here