Ketika Data Jutaan Sopir dan Penumpang Uber Diretas!

0
156
Uber
Copyright ©OLX

Ketika Data Jutaan Sopir dan Penumpang Uber Diretas!

Indowarta.com– Perusahaan transportasi Internasional yakni Uber ini telah mengaui bahwa data mereka sempat diretas pada bulan Oktober 2016 yang lalu. Pernyataan tersebut baru dilayangkan oleh Uber pada hari Selasa 22 November 2017 setahun setelah kejadian Uber Diretas.

Baca Juga Jegal FaceID iPhone X, Samsung Galaxy S9 Bakal Disenjatai Sistem Pengenalan Wajah 3D!

Berdasarkan pernyataan dari Uber, para peretas ini telah mencuri informasi 57 juta penggunna di seluruh dunia. Data tersebut telah mencakup nama, alaat, surat elektronik dan juga nomor telepon si pengguna tersebut. Tidak hanya itu saja, sang peretas ini juga telah mencuri sebanyak 600 ribu pengemudi Uber di Amerika Serikat.

Walaupun begitu, pada bulan November 2016 kasus tersebut sudah bisa didtangani. Pada saat itu Uber telah berhasil mengidentifikasi identitas si peretas tersebut. Uber telah meminta kepada peretas untu mengembalikan data tersebut dengan membayar tebusan dengan besaran 100 ribu dolar AS atau kurang lebih sebesar Rp 1,3 milliar sebagai biaya tutup mulut.

Berita Terkini: Lempar Uang Rp 10 Ribu Ke Wajah Penumpang Sambil Berbicara Kasar, Driver Uber Ini Langsung Dipecat !
Copyrigth©harianwarta

Data yang sudah berhasil dicuri oleh sang peretas tersebut akhirnya pun telah dikembalikan oleh sang peretas yang telah menerima beberapa uang dari perusahaan transportasi online dunia tersebut. data ini kemudian dihapus oleh Uber agar nantinya tidak disalahgunakan.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi telah menjelaskan bahwa mengapa dirinya baru mengungkapkan insiden Uber Diretas kepada publik. Menurut dirinya, Uber memiliki kewjiban hukum untuk bisa menyampaikan peanggaran ini kepada publik.

Dara pada hari Kamis 23 November 2017 ini telah mengatakan “Anda mungkin bertanya mengapa kita membicarakan hal ini sekarang, setahun kemudian. Saya pun memiliki pertanyaan yang sama, jadi saya segera meminta penyelidikan menyeluruh atas apa yang terjadi dan bagaimana kami menanganinya”.

Lalu dara menambahkan “Saya tidak dapat menghapus masa lalu, namun saya dapat berkomitmen atas nama Uber bahwa kami akan belajar dari kesalahan”. Kasus peretasan data ini bukan hanya menerpa Uber saja.

Baca Juga Kalahkan iPhone X, Nintendo Switch Jadi Gadget Terbaik Versi Time!

Sebelum ini juga ada perusahaan aplikasi taksi online pernah terkena serangan siber pada bulan Mei 2014. Serangan ini telah menyebabkan 50 ribu informasi pengguna dan juga pengemudi uber di dalam bahaya.

baca juga : 

Begini Cara Cek Nomor Siluman Registrasi Kartu SIM Prabayar!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here