Dipromotori SBY, Khofifah dan Emil Akan ‘Berhadapan’ Langsung dengan Jokowi!

0
438
Khofifah
Copyright©metronews

Dipromotori SBY, Khofifah dan Emil Akan ‘Berhadapan’ Langsung dengan Jokowi!

Indowarta.com – Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur sebentar lagi akan digelar dan ini tentunya akan menjadi ajang pertarungan bagi partai-partai besar. Pilkada Jatim akan menjadi salah satu cara untuk mengamankan jalan menuju Pemilu 2019 mendatang.

Kali ini dua calon pasangan sudah muncul yakni calon diusung oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan calon yang diusung oleh PDI Perjuagan yang merupan partai Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan munculnya dua calon ini menegaskan pertarungan menarik Pilkada Jatim akan tersaji.

Partai Demokrat yang notabennya partai pendukung pemerintahan akan mengusung Khoffah Indar Parawansa dan Bupati Trenggalek Emil Dardak. Terkait hal ini pun juga ditanggapi oleh pengamat politik yang juga dosen Universitas Airlangga, Surabaya Haryadi.

WAJIB BACA :  Fahri Hamzah begitu Yakin Jokowi Tak Dapat Tiket Pilpres 2019

Dia menuturkan jika Khoifah dan SBY mempunyai pikiran sama dan sangat praktis. ‘Nampak Khofifah ngotot maju dalam Pilkada Jatim meski saya menduga sudah coba ditahan oleh Presiden. Loyalitas pun perlu dipertanyakan karena itu himpunan para pihak yang tak cukup punya loyalitas untuk mendukung Pak Jokowi di Pilpres 2019’ ujarnya pada Jumat, 24 November 2017.

Khofifah
Copyright©merdeka

Haryadi pun menambahkan jika tensi emosi pada Pilkada jatim kali ini akan lebih tinggi. Hal itu karena SBY memutuskan calon wakil gubernur yang akan menemani Khofifah maju tahun 2018 mendatang yakni Emil Dadrak yang tak lain merupakan kader PDI Perjuangan.

‘Tensi akan meninggi, karena ada sentimen politik muncul saat PDIP berinteraksi dengan Demokrat terkait wilayah yang dipertaruhkan. Jawa Timur menjadi salah satu wilayah itu’ sambung Haryadi.

WAJIB BACA :  Fakta Menarik Tentang Pertemuan Jokowi dengan PA 212 Di Istana Bogor

Menurutnya wilayah Jawa Timur menyangkut martabat dan harga diri PDIP. Hal itu karena ulah Emil yang sekan mengoyak-ngoyak dengan berkhianat serta menusuk dari belakang dengan bergabung serta menerima pinangan Khofifah untuk maju bersama Partai Demokrat.

Bersamaan dengan kejadian tersebut, Haryadi menilai Emil menjadi contoh bagaimana salah satu politisi muda yang menjadikan instrumen semata. Emil menjadikan PDIP sebagai tempat mencari kesuksesan dan kemudian meninggalkannya begitu saja.

Ini tetunya sagat disayangkan, dan PDIP sendiri menilai jika Emil tak memiliki kesabaran revolusioner. Padahal Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri juga telah menyampaikan kepada seluruh kadernya untuk berpikir ulang maju bersama partai lain.

Sementara itu Khofifah sendiri dipastikan akan maju dalam Pilkada Jatim 2018 besama Emil Dardak. Kedunya akan maju dengan sokongan atau dukungan dari Partai Demokrat.

Baca juga : Gandeng Emil Dardak, Khofifah Indar Parawansa Akan Surati Jokowi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here