Awas Meterai Palsu Banyak Beredar, Ini Ciri-Cirinya!

0
237
Materai
Copyright ©Detik

Awas Meterai Palsu Banyak Beredar, Ini Ciri-Cirinya!

Indowarta.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan jangan sampai tertipu dengan adanya praktik penjualan meterai palsu, karena beberapa waktu ini sempat marak beredar di beberapa tempat.

BACA JUGA : FB ketahuan Jual Iklan Ke 470 Akun Palsu Milik Rusia!

Salah satu cara untuk mengetahui bahwa materai asli atau materai palsu, dengan melihat dari harga jualnya yang dibawah harga normal. Sehingga jika menggunakan meterai yang diduga palsu itu maka tidak sah pemakaiannya.

“Apabila ada penawaran benda meterai atau meterai tempel dengan harga yang lebih rendah dari nilai nominal, patut diduga meterai tersebut palsu atau tidak sah,” ujar Vice President Bisnis Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia Agus S Rahardjo lewat keterangan tertulis, Selasa (28/11/2017).

Agus memastikan, pihak dari PT Pos Indonesia tidak pernah melakukan penjualan atau pemasaran meterai palsu atau tidak sah. Untuk harga pada umumnya meterai asli yaitu Rp 3.000 untuk materai 3.000 dan Rp 6.000 untuk materai 6.000.

Materai.
Copyright ©legaleraindonesia

Dalam keterangan tertulis itu, Eddy Kurnia selaku Head of Corporate Secretary and Strategic Planning Division Perum Peruri memastikan, dia akan menjamin penuh terkait dengan pengawasan dalam proses pembuatan materai yang dilaksanakan oleh pihaknya.

BACA JUGA : Viral Video Sopir Taksi Tabrak Polisi Saat Razia, Ini Reaksi Blue Bird!

Sedangkan untuk diketahui, Perum Peruri adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang sudah mendapatkan tugas khusus pencetakan meterai. Dan sejumlah materai yang dihasilkan dari BUMN ini yang sudah dianggap asli.

Terkait dengan adanya bentuk tindakan pemalsuan materai sudah melai terjadi lewat penawaran dalam pesan singkat dan atau SMS. Tidak hanya itu, penawaran materai palsu juga dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab melalui media sosial dan beberapa sarana lainnya.

Selain adanya penjualan materai palsu, ada juga penjualan meterai rekondisi atau bekas pekai kemudian diperjualbelikan kembali. Adanya kejadian ini diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk waspada dan berhati-hati.

“Kami mengimbau bagi masyarakat yang dapat info indikasi peredaran meterai yang tidak sah, bisa melapor ke Kring Pajak di nomor 1500200 atau ke kantor polisi terdekat,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama.

BACA JUGA : Ibu Cantik Ini Ngamuk Di Kantor Polisi Saat Jadi Korban Buku Nikah Palsu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here