PLN Janji Turunkan Tarif Listrik, Tapi . .

0
1499
PLN
Copyright ©Istimewa

PLN Janji Turunkan Tarif Listrik, Tapi . .

Indowarta.com – Tarif listri kemungkinna akan turun, pernyataan itulah yang diungkapkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). PLN menuturkan tarif istrik nasional bisa turun pada tahun 2019-2020 mendatang.

Hal tersebut karena kebijakan baru klasual perjanjian jual beli listrik (Power Puchase Agreement/PPA) yang akan berdampak pada tarif listrik sejumlah pembangkit baru yang akan beroperasi dua tahun mendatang. Cukup diketahui tarif PPA sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) yang terbit tahun ini.

Dijelaskan jika tarif listrik PLN dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan berbasis Energi baru Terbarukan (EBT) dipatok maksimal 85 persen dari Biaya Pokok Penyediaan (BPP) pemangkit listri regional. Sedangkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), tarif beli listrik dilakukan secara negosiasi jika BPP regional berada di bawah BPP nasional.

Menganai langkah ini juga dijelaskan oleh Direktur Utama PLN Sofyan Basyir. Dia mengharapkan rata-rata tarif lisrik PLN dari pengembangan listrik swasta dua tahun mendatang bisa menyentuh angka 0,4 USD per Kilowatt Hour (kWh). Bisa dikatakan pula jika jumlah tersebut menurun 0,06 USD per kWh hingga 0,07 USD per kWh.

PLN
Copyright©kabar24

‘Bisa saja turun, dua tahun mendatang yakni 2019 hingga 2020 akan turun karena tarif beli IPP sudah murah. Maka dengan murahnya IPP juga bisa menurunkan BPP’ ujar Sofyan saat ditemui pada Rabu, 29 November 2017.

Meskipun begitu, Sofyan mengaku sedikit agak sangsi atau takut jika listrik benar-benar bisa turun tahun depan. Pasalnya PLN saat ini masih mendapat tekanan dari kenaikan harga batu bara yang menjadi sumber PLTU. Cukup diketahui kurang lebih sekitar 60 pesren dari kapasitas pembangkit yang terpasang merupakan PLTU.

Menurutnya tarif listri sendiri bisa saja akan turun jika asalkan harga energi primer juga ikut turun. Dengan demikian Sofyan pun juga memastikan jika tarif listrik pada tahun 2018 tidak akan naik meski PLN menanggung beban.

‘Bagusnya memang turun, tapi itu beban tentunya bagi kami. Kami memang merugi besar, tapi lebih kasihan jika listrik naik. Oleh sebab itu mungkin tak ada kenaikan tahun depan dan listrik paling mahal di diangka saat ini’ ujarnya.

Sementara itu untuk mengurangi beban , PLN sendiri mempunyai sejumlah rencana. Rencana tersebut yakni melakukan efesiensi, tapi sepertinya target efesiensi yang menjadi target tahun depan belum bisa disebutkan. Tercatat tahun 2017 sebesar Rp 6 hingga Rp 7 triliun efesiensi yang telah dilakukan oleh perusahaan.

Baca juga : PLN Gelar Survey Soal Tambah Daya Listrik, Ini Hasilnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here