Awas. .Wabah Difteri Melanda Kawasan Jawa Barat !

0
577
difteri
[email protected]

Awas. .Wabah Difteri Melanda Kawasan Jawa Barat !

Indowarta.com – Sebanyak 116 kasus difteri yang telah terjadi di kawasan Jawa Barat sampai Desember 2017 ini, memiliki jumlah kasus hingga kematian sebanyak 13 kasus.

Dengan adanya jumlah korban yang tidak sedikit tersebut, sebetulnya bisa dikatakan kejadian yang luar biasa (KLB).

Sedangkan menurut pedoman epidemilogi Kementerian Kesehatan RI tahun 2017, yang mana satu kasus difteri positif sudah dinyatakan sebagai KLB.

Baca Juga : Meski Defisit, BPJS Kesehatan Janji Tak Akan Naikkan Iuran!

Difteri merupakan penyakit yang ditandai dengan panas 38 c, yang diserta dengan adanya psedoumembrane atau selaput tipis keabu-abuan pada tenggorokan yang tidak mudah lepas dan juga mudah berdarah.

WAJIB BACA :  2 Gejala Khas Difteri yang Harus Kamu Waspadai!

Penyakit ini bisa dikatakan penyakit yang berbahaya, dikarenakan bakterium difteri yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak mendapatkan penanganan yang serius.

Namun kebanyakan penyakit tersebut dialami oleh anak-anak yang memang belum mendapatkan vaksin difteri.

data difteri
[email protected]

Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Jawa Barat dr Yus Ruseno mengatakan, untuk penyebaran kasus diteri sendiri di Jabar sudah merambah di 18 kota dan kabuaten.

Sementara Purwakarta merupakan wilayah yang memiliki kasus difter tertinggi di Jabar yakni dengan 21 kasus selama 2017, dengan satu kasus kematian.

Sedang untuk kota Depok dan Kota Bekasi masing-masing memiliki 12 kasus, garut 11 kasus dan Kota Bandung sebanyak 7 kasus.

WAJIB BACA :  2 Gejala Khas Difteri yang Harus Kamu Waspadai!

Baca Juga : Kemenkes Larang Klaim Khasiat Kangen Water Pada Kesehatan!

Sebenarnya kalau dari sisi jumlah kasus dibanding tahun lalu, tahun ini hingga 3 Desember ini jelas alami penurunan karena tahun lalu ada 121 kasus,

sedangkan sekarang 116 kasus dan diharapkan tidak ada lagi tambahan,” kata Yus ketika dihubungi, Senin 4 Desember 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here