Penyebab, Gejala dan Pengobatan Difteri!

0
744
Sakit tenggorokan.
Copyright©alodokter

Penyebab, Gejala dan Pengobatan Difteri!

Indowarta.com Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bacterial serius yang dapat mempengaruhi membran mukossa pada tenggorokan serta hidung. Walau pada dasarnya penyakit ini dapat menyebar secara mudah dari penderita ke orang lain, namun masih dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.

BACA JUGA: Awas. .Wabah Difteri Melanda Kawasan Jawa Barat !

Penyebab

Bakteri yang telah menyebabkan difteri adalah Corynebacterium diphteria. Kondisi ini akan dapat langsung menyebar dengan cara melalui kontak langsung pada objek yang terkandung bakteri.  Seperti pada cangkir minuman dan penggunaan tisu atau sapu tangan yang sama.

Bakteri yang menyebabkan difteri telah menginfeksi pada bagian tenggorokan dan hidung. Jika seseorang sudah terinfeksi maka bakteri itu akan langsung melepaskan zat berbahaya yang disebut toksin. Setelah itu toksin akan menyebar keseluruh tubuh melalui pembuluh darah hingga menyebabkan lapisan abu-abu tebal pada mukosa hidung, lidah, tenggorokan, serta saluran nafas.

Gejala difteri

Gejala akan terlihat setelah 2-5 hari usai papar bakteri. Ada sejumlah pasien difteri yang tidak menunjukkan gejala, namum juga ada beberapa lainnya yang menunjukkan gejala ringan, seperti halnya flu biasa. Namun gejala yang terlihat nyata adanya lapisan abu-abu tebal pada tenggorokan dan tonsil, serta ada beberapa gejala lainnya.

Sakit tenggorokan
Copyright©primeuc
  • Menggigil
  • Demam
  • Radang tenggorokan
  • Suara yang keras seperti menggonggong
  • Pembesaran kelenjar di leher
  • Mengeluarkan liur yang terus menerus
  • Rasa tidak nyaman pada tubuh
  • Kulit yang membiru

BACA JUGA : Anjuran Kemenkes Soal Kasus Difteri yang Makin Meningkat!

Terapi difteri

Jika memang kondisi difteri sudah mulai serius, maka dokter akan langsung memberikan terapi dengan cepat dan agresif. Langkah pertama yang dilakukan dalam terapi adalah injeksi antitoksin. Dengan melakukan itu akan dapat melawan toksin yang dihasilkan bekteri. Yang panti anda harus memberitahu kepada dokter jika anda memiliki elergi pada beberapa obat tertentu.

Sehingga dokter akan lebih hati-hati dalam pemberian obat antitoksin, dengan cara pemberian dosis yang rendah dan meningkat dikit sedikit. Dokter juga akan memberikan resep antibiotic seperti penisilin dan eritromisin, dengan tujuan untuk pemberantasan infeksi bakteri penyebab difteri dalam tubuh. Selama menjalani pengobatan biasanya dokter akan meminta opnam kepada pasien di rumah sakit.

Baca Juga : Kemenkes Larang Klaim Khasiat Kangen Water Pada Kesehatan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here