Berisiko, Program Vaksinasi Demam Berdarah Dihentikan!

0
133
Vaksinasi Demam Berdarah
Copyright ©BBC

Berisiko, Program Vaksinasi Demam Berdarah Dihentikan!

Indowarta.comVaksinasi demam berdarah ternyata bukan hanya dilakukan di Tanah Air saja, namun juga dilakukan di negara lain. Kali ini Pemerintah Filipina melakukan penyelidikan tehadap program imunisasi Demam Berdarah Dengue yang melibatkan sekitar 730.000 anak.

Penyelidikan tersebut dilakukan setelah sebuah perusahaan farmasi mengumumkan pemberian vaksin tersebut bisa mengakibatkan resiko kesehatan. Sekitar satu minggu yang lalu sebuah perusahan farmasi Prancis Sanofi, menyebutkan jika vaksi yang diproduksi pihaknya dapat memperburuk keadaan.

Vaksin yang diproduksi itu dapat memperburuk keadaan orang-orang yang belum pernah terjangkit demam berdarah. Akibat pernyataan dari perusahan Prancis Senofi itu, program vaksinasi demam berdarah dihentikan sementara waktu pada hari Jumat, 1 Desember 2017.

Penyakit demam berdarah sendiri diketahui telah menjangkit lebih dari 400 juta orang dalam setahun terakhir di seluruh dunia. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini merupakan penyebab utama penyakit serius serta penyebab kematian di kalangan anak-anak di sejumlah negara di Asia.

Vaksinasi Demam Berdarah
Copyright ©terapikesehatan

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan jika penyakit demam berdarah menjadi penyebab kematian di kawasan Asia termasuik Indonesia dan Amerika Latin. Sedangkan Perusahaan Prancis Senofi menuturkan dalam sebuah konferensi jika tak ada laporan kematian terkait pemeberian vaksin demam berdarah di Filipina.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Medis Perusahaan Senofi Ruby Dizon. ‘Sejauh yang kami ketahui saat ini, tak ada kematian yang dilaporkan terkait dengan vaksinasi demam berdarah ini’ ujarnya saat ditemui pada Senin, 4 Desember 2017.

Dia menamahkan jika pihaknya akan terus meyakinkan dan melanjutkan pengawasan terkait hal tersbeut. Menurt Ruby pihaknya akan bekerja sama dengan Departemen Kesehatan (DOH) untuk memastikan program imunisasi tetap terpantau.

Sedangkan juru bicara Kepresidenan Filipina Harry Roque meminta agar orang-orang tak panik terkait vaksin demam berdarah ini. Dia mengatakan jika vaksiansi demam berdarah telah dihetikan dan pihaknya masih menyelidiki masalah ini.

Sementara itu Vaksin Dengvaxia keluaran perusahaan farmasi Senofi sendiri merupakan vaksin dengue pertama yang mendapat izin untuk diberikan kepada masyarakat. Akan tetapi perusahaan tersebut mengatakan jika penelitian jangka panjang yang baru menunjukan jika vaksin tersebut ampuh untuk orang-orang yang pernah terjangit demam berdarah sebelumnya, namun berisiko untuk mereka yang belum pernah terjangkit demam berdarah.

Baca juga : Penyebab Demam Pas Imunisasi MR!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here