Mahfud MD Kritik Abu Janda Soal Hadist!

0
1185
Mahfud MD
Copyright ©Tempo

Mahfud MD Kritik Abu Janda Soal Hadist!

Indowarta.com – Dalam acara talkshow Indonesia Lawyer Club di TvOne, pada Selasa (5/12/17) malam. Telah membahas mengenai ada tidaknya bendera Hazbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dikibarkan oleh peserta Reuni 212.

BACA JUGA : Cuitan ‘Nyindir’ Mahfud MD soal Pengacara Setya Novanto Lapor ke Pengadilan HAM!

Permadi Arya atau Abu Janda al-Boliwudi, seorang pegiat media sosial merasa bahwa jelas ada bendera ormas terlarang itu sudah dikibarkan dalam acara yang digelar akhir pekan kemarin. Akan tetapi Ustad Felix Siauw atau penceramah menilai, bendera yang telah dimaksudkan itu bukan merupakan bendera HTI.

Saat menjelaskannya, Felix telah mengutip dari beberapa hadis mengenai bendera yang dinilai bendera Panji Rasulullah. Memberikan tanggapan atas penjelasan tersebut, Abu Janda masih mempertanyakan patokan hadis yang sudah dikatakan oleh Felix.

“Yang saya tahu, hadis itu baru ada sekitar 200 tahun setelah Rasul wafat, jadi banyak yang dhaif (palsu). Jadi itu enggak bisa jadi pegangan,” kata dia.

Mahfud MD
Copyright©suaradewan

Tokoh Nahdlatul Ulama, Mahfud MD langsung memberikan kritikan terhadap penjelasan dari Abu Janda tersebut. Dia menganggap, bahwa penjelasan yang sudah diungkapkan oleh Abu Janda sudah bertentangan dengan adanya kenyakinan pada tradisi ormas keagamaan besar yang ada di Indonesia itu.

BACA JUGA : Ketika FPI Ajak Alumni 212 untuk Jemput Habib Rizieq Shihab di Bandara!

“Saya kritik mas Abu Janda yang mengatakan hadis yang hadir 200 tahun sesudah nabi wafat itu dhaif, itu sangat berpandangan dengan tradisi NU. Hadis itu memang ditulis, diteliti dan dihimpun 200 tahun sesuah nabi wafat. Ini bisa dipercaya,” tutur Mahfud MD.

Dia menjelaskan, jika diteliti maka terlah terdapat tingkatan dari kualitas hadis. Seperti contohnya ada yang dimaksud dengan hadis mutwatir. Mahfud MD mengatakan, kalau hadis ini adalah hadis yang sudah banyak didengarkan oleh banyak orang, sehingga dengan itu tidak akan dapat dibantah kesahihannya.

Kemudian, kata Mahfud MD, ada hadis sahih. Hadis ini merupakan yang paling wahid dalam tingkat kebenarannya serta nyaris dipastikan kebenaran kesahihannya. Dalam hadis sahih ada sanad (sandaran) dan periwayatannya yang sudah jelas.

Dalam hadis ini periwayatan yang dijelaskan harus benar-benar memiliki kualitas yang teruji. Periwayatan orangnya jujur, bersih, tidak pernah lupa, serta kalau memiliki hutang pasti akan membayar hutangnya, bahkan hampir tidak pernah salah.

“Hampir dipastikan itu (hadis) benar meski (hadir setelah) 200 tahun. Itu (penjelasan Abu Janda) menusuk tradisi pesantren,” kata Mahfud MD.

BACA JUGA : Pengacara Setya Novanto Bakalan Lapor Polisi Soal Mahfud MD!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here