Inilah 3 Penyebab Kasus Difteri Meningkat di Indonesia!

0
1036
Ilustrasi Dokter
Copyright©bantennews

Inilah 3 Penyebab Kasus Difteri Meningkat di Indonesia!

Indowarta.com – Kementerian Kesehatan RI sudah mendapatkan laporan mengenai kasus difteri dari 95 kabupaten/kota dari 20 provinsi hingga November 2017. Berdasarkan laporan dari lapangan dada sejumlah penyebab yang sudah meningkatkan kasus penyakit itu.

BACA JUGA : John Mayer Mendadak Terserang Usus Buntu, Ini Gejalanya!

“Saya baru saja perjalanan darat dari Kalimantan Timur ke Kalimantan Tengah. Yang ditemukan adanya laporan difteri yang kriterianya belum diimunisasi sama sekali. Itu yang paling besar,” ungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, Subuh, di Jakarta Pusat ditulis Selasa (5/12/17).

Sedangkan untuk faktor yang kedua adalah ketidaklengkapnya pemberian dalam imunisasi. Faktor yang ketiga, telah terjadi meskipun imunisasi yang diberikan sudah lengkap kepada seseorang.

“Nah, inilah yang kita evaluasi. Apakah kualitasnya sudah benar, penyimpanan sudah benar, cara pemberian sudah benar. Ini harus dievaluasi,” tutur Subuh.

Kasus Difteri sendiri merupakan salah satu penyakit yang sangat gampang menular. Padahal penyakit yang sudah mengalami peningkatan ini dapat dicegah dengan melakukan imunisasi. Dia mengatakan, imunisasi penyakit ini adalah salah satu program imunisasi wajib yang telah diberikan sejak 30 tahun yang lalu.

Ilustrasi Anak
Copyright ©Shutterstock

Kepada seorang banyi yang sudah mencapai usia enam bulan diwajibkan untuk mendapatkan imunisasi difteri ini. Kemudian pemberian harus dilakukan secara berulang pada saat anak sudah menginjak Sekolah Dasar (SD).

BACA JUGA : Penyebab, Gejala dan Pengobatan Difteri!

Pada vaksin yang akan diberikan untuk imunisasi difteri ini tergolong dalam tiga jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td dengan pemberian pada usia yang berbeda. Imunisasi ini diberikan melalui Imunisasi Dasar pada saat bayi (usai dibawah 1 tahun) dengan menggunakan 3 doses vaksi DPT-HB-Hib dengan renggang 1 bulan.

Kemudian pemberian Imunisasi Lanjutan (booster) kepada anak yang sudah masuk usia 18 bulan dengan takaran 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib. Untuk anak yang sudah menginjak SD kelas 1 diberikan 1 dosis vaksin DT, kemudian kepada siswa kelas 2 diberikan 1 dosis vaksin Td.

Untuk siswa yang duduk di kelas lima juga diberikan 1 dosis vaksi Td. Keberhasilan untuk melakukan pencegahan kasus difteri dengan cara imunisasi ini sangat ditentukan dengan cangkupan dalam pemberian imunisasi, yaitu minimal sebanyak 95 persen.

BACA JUGA: Awas. .Wabah Difteri Melanda Kawasan Jawa Barat !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here