Mahfud MD Jadi Bintang ‘Pelurus’ Atas Ucapan Abu Janda, Felix Siauw dan Eggi Sudjana!

0
7584
Mahfud MD: Tidak Semua Fatwa MUI Harus Di Ikuti !
Copyrigth©Panjimas

Mahfud MD Jadi Bintang ‘Pelurus’ Atas Ucapan Abu Janda, Felix Siauw dan Eggi Sudjana!

Indowarta.comMahfud MD yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ceramahi Abu Janda, Ustaz Feliz Siauw dan Eggi Sudjana mengenai hadist. Pria berkacamata ini melontarkan pernyataan terkiat tiga orang tersebut dalam sebuah acara televisi swasta yakni ILC 212 bertema ‘Perlukah Reuni 212’.

Mahfud yang kala itu dihubungi melalui live video menyebut jika dirinya netral dan bukan alumni 212. Bukan hanya itu saja, dia juga memberikan komentar terkait sejumah pernyataan Abu Janda, Ustaz Felix Siauw dan Eggi Sudjana.

Komentar pertamanya mengenai hadist nabi yang sangat dipercaya. Abu Janda menyatakan jika hadist Rasulullah SAW yang ditulikan setelah 200 tahun sesudah Nabi wafat diragukan kebenarannya. Sontak itu menuai kritikan termasuk oleh Mahfud.

WAJIB BACA :  Saat Prof Mahmud MD Beri Penjelasan Tentang MK Perbolehkan Zina dan LGBT!

Mahfud pun menjelaskan, meskipun hadist Rasulullah ada setelah 200 tahun Beliau wafat, namun hadist itu tetap bisa dipercaya dan salah satunya oleh Nahdlatul Ulama (NU). Selain itu dia juga menjelaskan jika hadist mempunyai beberapa tingkatan, hadist muttawir atau hadist yang didengar oleh banyak orang sehingga tidak bisa dibantah oleh siapapun meskipun usianya lebih dari 200 tahun setelah nabi wafat.

Mahfud MD
Copyright ©tribunnews

Kemudian Mahfud MD juga tidak sependapat dengan Ustaz felix Siauw mengenai kholifah. Sebelumnya Felix mengatakan jika kholifah adalah sebuah keniscayaan. Namun menurut Mahfud itu merupakan sejarah, dia mengartikan khalifah sebagai pemimpin bukanlah yang bermasalah. Akan tetapi jika mengatakan jika khalifah merupakan sistem pemerintahan seperti FPI dan HTI maka hal tersebut bertentangan dengan Pancasila.

WAJIB BACA :  Saat Prof Mahmud MD Beri Penjelasan Tentang MK Perbolehkan Zina dan LGBT!

‘Jika khalifah diartikan sebagai pemimpin itu tidak apa-apa. Tapi jika khalifah diartikan sebagai ideologi yang menentang sebuah sistem yang telah disepakati sebelumnya yaitu Pancasila, maka itu sangat dilarang’ ujar Mahfud.

Selain itu Mahfud MD juga memberikan komentarnya terkait pernyataan Eggi Sudjana. Sebelumnya Eggi mengatakan jika negara Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa yang tadinya Tuhan Allah SWT, kemudina tak ada tafsiran lain kecuali hukum Islam. Menurut Mahfud hal itu bukan hanya bertentangan dengan gramatiknya, namun juga bertentangan dengan fakta historinya.

Memang dulu disepakati negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa dengan syariat-syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya dan itu diubah menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Menurut Eggi arti kalimat itu hanyalah untuk Allah SWT, tapi menurt Mahfud hal tersebut bukanlah arti Pancasila melainkan arti menurut Ki Bagus Hadi Kusumo. Ki Bagus Hadi Kusumo sendiri mengatakan bagi orang Islam, Tuhannya berarti tauqid dan untuk orang bukan Islam silahkan untuk percaya pada Tuhan mereka sendiri.

Baca juga : Jika Tak Mau Mundur, Maka Setya Novanto Harus Dipecat Dari DPR!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here