Imunisasi khusus Bakal Digelar Untuk Mencegah Difteri Agar Tak Meluas!

0
245
Difteri
Copyright ©puskesmas

Imunisasi khusus Bakal Digelar Untuk Mencegah Difteri Agar Tak Meluas!

Indowarta.com – Imunisasi guna mencegah kejadian luar biasa yakni Difteri akan dilakukan mulai pekan depan. Direktur Jenderal Pencegahan dan Penegnadlian Penyakit (Dirjen P2P) Kementeria Kesehatan, H,M Subuh angkat bicara terkait kejadian tersebut.

Dia mengatakan pihaknya akan menggelar outbreak response immmunization (ORI) di tiga provinsi terkait kejadian luar biasa yang meresahkan masyarakat tersebut. ORI sendiri merupakan imuniasasi yang dilakukan tiga kali dengan rumus 016.

Rumus tersebut yakni imuniasai pertama, lalu bulan depan dan enam bulan kemudian diimunisasi kembali. ‘Hasil peneylidikan epidimologi menunjukan jika ada tiga kriteria yang terkena difteri. Ketiga kriteria itu yakni 66 persen tidak mendapat imunisasi sama sekali, 31 persen tidak lengkap dapat imuniasi dan 3 persen imunisasi lengkap’ ujar Subuh.

Dengan hasil tersebut maka dapat disimpulkan orang yang terkena Difteri ialah mereka yang tidak mendapat imunisasi sama sekali. Namun tetap saja masih ada yang terjangkit meskipun melakukan imunisasi denga lengkap, tapi mereka terkena karena daya tubuh yang menurun.

Difteri
Copyright ©hello sehat

Imuniasasi ORI tersebut nantinya akan digelar di tiga provinsi yakni DKI Jakarta, Jawa barat dan Banten. Mengenai hal ini juga ditanggapi oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmadi Priharto. Dia menampaikan jika pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait dengan rencana dilakukannya imunisasi di wilayah DKI Jakarta.

Selain itu Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan provinsi Jawa Barat dan Banten Yus Ruseno dan Rosinta juga menyatakan akan berkoordinasi dengan gubernur untuk mengelar ORI di wilayahnya. ‘Kami mengharapkan agar imunisasi difteri ini bisa melibatkan seluruh masyarakat. Kami juga berharap agar awak media menginformasikan kesuksesan imunisasi ini kepada masyarakat agar mereka tahu dan lebih antusias mengikuti imunisasi ini’ ujar Yus Ruseno.

Sementara itu penyakit Difteri sendiri disebabkan oleh Corneibacterium diphtheriae yang dapat menyerang orang yang tidak mempunyai kekebalan terutama anak-anak. Anak-anak yang berumur satu tahun hingga sepuluh tahun sangat rentan tertular penyakit ini.

Kuman difteri menyebar dengan cara sesorang menghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita. Difteri akan dengan mudah menular pada orang yang tidak mendapatkan vaksin atau imunisasi difteri.

Baca juga : Imunisasi MR Capai lebih Dari 30 Juta Jiwa!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here