Donald Trump Tabuh Genderang perang Pada Yerusalem?

0
621
Yerusalem
Copyright ©bangkapos

Donald Trump Tabuh Genderang perang Pada Yerusalem?

Indowarta.com – Beberapa waktu terakhir Amerika Serikat (AS) tercatat sebagai negara pertama yang mengakui Yerusalem. Donald Trum yang saat ini memimpin negara adidaya itu mengakui jika Yerusalem merupakan Ibu Kota dari Israel.

Dari pengakuan tersebut banyak pihak yang mengecam dan memberikan peringatan terhadap Donald Trump, namun pemimpin AS itu tetap saja bergeming. ‘Hari ini akhirnya kita mengakui hal yang jelas jika Yerusalem merupakan ibu kota Israel’ ujarnya saat berpidato di Diplomatic Recepton Room di Gedung Putih.

Pengakuan tesebut kemudian diikuti dengan perintah pemindahan Kedutaan besar Amerika Serikat dari Tel Avivke Yerusalem. Hal itu sendiri sesuai dengan keputusan Konggres AS pada tahun 1995 silam. Namun kala itu dengan berbagai pertimbangan akhirya para pendahulu Donald Trum tidak melakukannya.

Entah apa yang dilakukan oleh Trump, namun sejumlah pihak berpendapat jika dia tengah mewujudkan janji kampaneynya agar pengkungnya yang pro-Israel puas. Cukup diketahui jika selama ini Israel menguasai Yerusalem Barat dan terus memperluas aneksasinya, dan pihak Palestina sendiri menganggap Yeruslem Timur sebagai ibu kota masa depan mereka.

Yerusalem
Copyright ©bbc

Dengan keputusan Trump tersebut tentu saja akan membuat senang Perdana Menteri Israel , Benjamin Natanyahu dan akan membuat cemas pimpinan dunia lainnya karena keputusan itu bisa berakibat fatal. Dikatakan oleh Diplomat untuk Inggris, Manuel Hassassian jika Donald Trump sedang menabuh genderang perang di Timur Tengah.

‘Trump sedang menyulut peperangan di Timur Tengah. Dia mendeklerasikan perang terhadap 1,5 miliar muslim dan ratusan umat nasrani karena sebelumnya mereka tak menerima kota suci itu berada di bawah Israel’ ujarnya saat ditemui pada Rabu, 6 Desember 2017.

Pernyataan senada juga diungkapka oleh Raja Abdullah dari Yordania. Dia menganggap apa yang dilakukan oleh Trump dengan mengakui Yerusalem merupakan ibu kota Israel tentu akan menyakiti umat Islam dan Kristiani.

Kemduian ungkapan serupa juga dinyatakan oleh Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud. Menurutnya keputusa miliarder nyentrik itu akan memprovokasi umat muslim di seluruh dunia.

Sementara itu seperti diketahui Yerusalem bukan wilayah yang disengketakan. Tempat tersebut merupakan kota suci bagi tiga agama yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Sedangkan dengan mengakui kota suci sebagai ibukota Israel, AS akan memperkuat dalih sekutunya itu mengkalim bahwa pemukiman Yerusalem Timur merupakan tempat tinggal bagi komunitas negeri zionis yang sah.

Baca juga : Sudah Dua Hari Berturut turut Melenia Tolak Digandeng Donald Trump!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here