Ramalan Mengerikan Soal Bencana di Tahun 2018!

    0
    5718
    Gempa 10 Februari
    Copyrihgt©Global - Liputan6.com

    Ramalan Mengerikan Soal Bencana di Tahun 2018!

    Indowarta.com – Sebagian besar ilmuan mengatakan tidak ada bencana alam yang sangat sulit diprediksi daripada gempa bumi. Tidak sama sepeti halnya bencanalam badai yang dapat diprediksi sebelum dan sesudahnya, namun lindu sering kali terjadi tanpa adanya peringatan.

    BACA JUGA : Gempa Bumi Terkuat di Meksiko Tewaskan Sedikitnya 27 Korban!

    Akana tetapi, dari sebuat studi terbaru yang telah dilakukan para ilmuan memprediksi untuk tahun 2018 mendatang merupakan tahun yang buruk untuk beberapa bencana alam. Seperti dilansir dari Time, Kamis (5/12/17), studi tersebut menunjukkan kalau pada tahun depan lindu yang terjadi akan semakin banyak. Hal tersebut diakibatkan karena adanya rotasi bumi yang semakin melambat.

    Dari forum tahunan komunitas akademis bidang kepakaran geologi di AS, Geological Society of America, sejumlah ilmuan menunjukkan ramalan 2018 akan ada rotasi bumi yang melambat dan menyebabkan aktivitas seismic dengan intens dan meningkatkan kualitas gempa bumi.

    Walau hanya melambat sekitar 1 milidetik dalam rotasinya, namun menurut mereka akan memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap peristiwa alam, yaitu adanya pelepasan energi dalam bawah tanah yang menimbulkan adanya aktivitas seismic.

    gempa bali
    Copyright©okezone

    “Korelasi antara rotasi dan gempa menunjukkan hubungan yang sangat kuat. Korelasi itu menunjukkan bahwa akan terjadi peningkatan jumlah gempa bumi yang hebat pada tahun depan,” ungkap Roger Bilham dari University of Colorado in Boulder.

    BACA JUGA : BMKG: Gempa 6.4 SR di Bengkulu Tak Berpotensi Tsunami!

    Dia bersama rekannya dari University of Montana in Missoula, yaitu Rebecca Bendick menilik adanya lindu dengan kekuatan 7 SR serta lebih besar yang terjadi pada tahun 1900. Dengan itu mereka sudah menemukan sejumlah periode tahun saat gempa skala besar dan secara signifikan meningkat jika dibandingkan dengan tahun lainnya.

    “Pada lima periode itu, ada 25 sampai 30 gempa dalam setahun. Sementara pada periode lain, hanya ada rata-rata 15 gempa per tahunnya,” jelas Bilham dalam ramalan 2018 itu.

    Kedua ilmuan pada ramalan 2018 ini juga menemukan kalau sudah terjadi periode sekitar lima tahun pada saat bumi mengelami rotasi yang lambat. Adanya periode itu akan berdampak pada kenaikan gampa bumi untuk tahun depan.

    “Dari pengukuran itu, Bumi seakan menawarkan kita suatu prediksi mengenai potensi gempa di masa yang akan datang, setidaknya per lima tahun ke depan,” kata Bilham.

    BACA JUGA : Berita Terkini: BMKG Sebut Tsunami di Meksiko Tak Ancam Indonesia!

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here