Keluarga Ngaku Ditawari Uang Damai TNI Sebesar Rp 1.4 Juta Atas Kematian La Gode!

0
287
ilustrasi dibui
Copyright©Tribunnews

Keluarga Ngaku Ditawari Uang Damai TNI Sebesar Rp 1.4 Juta Atas Kematian La Gode!

Indowarta.com – Seorang La Gode diduga telah mendapatan kekerasan dari prajurit TNI di Pos Satgas 732 Benua, Kepulauan Taliabu, Maluku kerena dituding sudah mencuri singkong. Kemudian pihak keluarga korban mengadukan kejadian itu kepada Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Maromoi.

BACA JUGA : Prarekonstruksi Kasus Pembunuhan dr Letty Digelar Hari Ini!

Kejadian itu berawal pada saat seorang La Gonde tertangkap tangan oleh polisi setempat sedang mencuri singkong pada 10 Oktober 2017. Dengan alasan tidak ada ruang tahan, kemudian dia ditempatkan di Pos Satgas 732 Banua.

“Anehnya tidak ditahan di kantor polisi, malah dibawa ke pos satgas. Alasan TNI menerima La Gode karena dilakukan proses pembinaan,” kata Kepala Divisi Pembelaan HAM Arif Nur Fikri di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/17).

Selang lima hari, korban melarikan diri dan kemudian berhasil ditangkap kembali pada tanggal 23 Oktober 2017 bersama dengan saksi kunci berinisial LM di Desa Kramat oleh dua orang anggota Satgas dan polisi.

Penjara Ilustrasi
Copyright ©NET

Dia mengatakan, korban sudah mendapatkan siksaan berupa pemukulan dengan selang dan kabel, dan tendangan. Terlebih Komandan Kompi (Dankil) telah melakukan pencabutan pada gigi dengan menggunakan alat pemangkas.

BACA JUGA : Polisi dan TNI Masih Selidiki Pembunuhan La Gode !

“Pada saat di pos satgas saksi melihat bagaimana praktik-praktik penyiksaan yang diduga oleh anggota Satgas 732 kepada La Gode berupa pemukulan, penendangan, hingga pengikatan di pohon agar korban mengakui tindak pidana kejahatan,” ungkap Arif.

Satu hari setelah itu korban dikabarkan La Gode itu tewas. Kemudian tiga hari setelah kematian itu, pigak Satgas 732 Banua empat kali mendatangi keluarga korban dan meminta agar tidak dibawa ke ranah hukum. Kaluarga korban juga sudah mendapatkan uang belasungkawa sebesar Rp 1,4 juta dan sembako selama 9 bulan.

“Sekitar empat kali mendatangi keluarga menawarkan uang belasungkawa,” tutur Arief.

Selain itu, Pos Satgas 732 meminta tanda tangan kepada warga setempat untuk surat dukungan agar tidak melaporkan ke ranah hukum. Serta surat dukungan kepada kepala desa atas kematian La Gode itu terhadap Satgas 732. Kemudian keliarga korban melaporkan kejadian itu bersama KontraS dan LBH Maromoi ke Denpom Ternate.

Baca Juga : Ganasnya Badai Cempaka yang Tewaskan 11 Korban di Pacitan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here