Penjelasan Pertamina Soal Elpiji 3 Kg Langka!

0
1447
Elpiji 3 kg,
Copyright ©Bisnis

Penjelasan Pertamina Soal Elpiji 3 Kg Langka!

Indowarta.com – Di beberapa daerah Indonesia saat ini mulai terjadi kelangkaan Elpiji 3 kilogram (kg) subsidi dengan warga hijau. Salah satunya di kawasan Jakarta, salah satunya di Lenteng Agung telah mengalami elpiji 3 kg langka sejak April 2017.

BACA JUGA : Penyederhanaan Golongan Listrik Keputusannya ada Di Presiden!

Sedangkan dalam beberapa minggu terakhir ini, untuk elpiji 3 kg langka juga terjadi dikawasan Bogor yang hampir merata. Bahkan para konsumen ini harus rela mengantri berjam-jam di agen penjualan yang ada di wilayah rumah mereka.

Karena adanya permintaan yang tinggi, sedangkan elpiji 3 kg langka, maka akan berdampak pada harga yang mengalami kenaikan cukup signifikan. Bahkan warga juga harus membeli mencapai harga Rp 24.000 per tabung gas.

Sedangkan pada beberapa waktu lalu, di wilayah Tangerang dan Tangerang Selatan munculd adanya tabung gas elpiji 3 kg warna pink atau yang disebut dengan Bright Gas 3 KG. Janis gas ini merupakan nonsubsidi.

Elpiji 3 kg.
Copyright ©harianriau

Mengani hal itu, PT Pertamina menyatakan, kehadiran dari Bright Gas 3 kg nonsubsidi itu hanya untuk tes pasar. Akan tetapi kemunculannya sudah membuat gejolak dikalangan masyarakat karena banyak dari mereka yang menilai kalau PT Pertamina akan menggantikan elpiji subsidi dengan nonsubsidi.

BACA JUGA : PNS DKI Jakarta Tak Boleh Nikmati Elpiji 3 Kg?

Apakah kejadian elpiji 3 kg langka ini disebabkan karena adanya penurunan produksi gas Indonesia, atau ada hal lainnya? Direktur Hulu PT Pertamina Syamsu Alam telah memberikan jawabannya mengenai hal tersebut pada saat di acara peresmian Stasiun Pengumpul Gas Paku Gajah dan Kuang di Muara Enim, Sumatera Selatan, Rabu (6/12/17).

Dia menilai, elpiji 3 kg sangat sulit untuk dipertahankan oleh Pertamina karena harus impor. Disamping itu, elpiji 3 kg langka ini juga disebabkan masalah distribusi dan masalah siapa saja yang berhak untuk menggunakannya juga masih belum jelas.

“Sebetulnya yang harus dikejar pemerintah adalah gas pipa atau jaringan gas (jargas) perkotaan. Problemnya ya harus bangun infrastruktur pipa gas. Kalau elpiji itu harusnya jangka pendek peralihan dari minyak tanah saja,” jelasnya.

BACA JUGA : Penyederhanaan Golongan Daya Listrik Untungkan Masyarakat, Tapi , ,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here