Memupuk Asa Perjuangan Anak Jalanan Melalui Pendidikan yang Layak Untuk Mereka !

    0
    835
    Yayasan Pemberdayaan Rakyat Miskin

    Memupuk Asa Perjuangan Anak Jalanan Melalui Pendidikan yang Layak Untuk Mereka !

    Indowarta.com– Dua puluh ditambah lima, dua puluh di otak, lima di jari.. dua puluh lima. Begitulah cara siswa dan siswi Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) belajar berhitung. Tidak hanya menggunakan suara, mereka juga menggerakkan tangan untuk mempermudah dalam berhitung.

    Pada hari Senin 16 Mei 2016 setelah murid dari kelas TK B sang guru yang menguji muridnya berhitung. Bagi siswa yang mampu memjawab bisa dipersilahkan untuk pulang sekolah. Para siswa belajar dengan sangat semangat agar menjadi yang tercepat.

    Semangat tersebut tidak hanya tampak di wajah para siswa-siswi di kelas TK B. Semangat juga telah menjalar ke wajah polos dari para siswa-siswi di kelas TK A1 dan A2 di SAAJA. SAAJAA merupakan salah satu alternatif pendidikan untuk anak jalanan dari keluarga yang masih kurang beruntung. SAAJA ini dibangung oleh Yayasan Pemberdayaan Rakyat Miskin atau Param pada tahun 2002 di Taman Badan Pendidikna dan Pelatihan (Badiklat) DKI Jakarta, Jalan HR Raasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

    Salah satu pembina di SAAJA yakni Agus Supriyanto mengatakan bahwa yang mendorong SAAJA dengan segala keterbatasannya adalah keinggingan untuk mendampingi pendidikan untuk para kelauarga yang masih kurang beruntung. Selain itu adalah anak-anak yang masih beraktivitas di jalanan. SAAJA ini masih diperlukan di tengah masyarakat metropolitan.

    SAAJA mempunyai tiga kelas ykakni kelas TK A1 yang sederajat dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), TK A 2 untuk anak-anak yang berusia 5 hingga 6 tahun dan yang terakhir adalah kelas TK B untuk anak-anak 6 hingga 7 tahun yang akan memasuki Sekolah Dasar (SD).

    SAAJA

    Kegiatan belajar mengajar akan berlangsung dari pukul 11.00 hingga 17.00 setiap hari Senin sampai Jumat. Mereka secara bergantian belajar dengan menggunakan ruang yang sama. Di SAAJA ini, anak-anak belajar membaca dan juga menghitung. Selain itu mereka juga di beri pelajaran mengenai Pancasila, lagu nasional dan juga pendidikan dasar Agama Islam.

    Pada hari Sabtu, para murid akan ada kegiatan ekstrakurikuler atau lingkungan. Para siswa belajar di dalam ruangan yang berukuran 6×10 meter dibangung menggunakan kayu, bambu dan dinding tripleks. Alas sekolah hanya di plester dan dilapisi dengan karpet plastik yang kini mulai robek. Ruang beratapkan terpal dan juga daun rumbia.

    SAAJA juga pernah mendapatkan tawaran untuk dibangunkan kelas permanen. Namun sang pengelola menolak hal tersebut dengan alasan selain bangunan di bangun di Badiklat, bangunan tersebut juga merupakan bentuk kritik sosial.

    Seluruh kegiatan belajar megnajar di SAAJA ditunjang oleh para donatur. Para donatur memberikan sumbangan berupa dana, perlengapan belajar siswa, program belajar, makanan, seragam sekolah dan lainnua.

    Yayasan berharap agar banyak donatur dan relawan yang membantu mereka. Relawan cukup mengisi formulir ketersediaan membantu sesuai dengan minatnya.

    baca juga :

    Berita Terkini : Begini Syarat Ganti Uang Rusak Dari BI ?

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here