Saat Oki Deklarasikan Yerusalem Timur Sebagai Ibukota Palestina!

0
487
Yerussalem
Copyright©idrus

Saat Oki Deklarasikan Yerusalem Timur Sebagai Ibukota Palestina!

Indowarta.comYerussalem Timur resmi dideklarasikan menjadi ibukota Palestina. Itu sesuai dengan hasil KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang diselenggarakan di Istanbul, Turki pada Rabu, 13 Desember 2017.

Dengan itu OKI sekaigus menolk pengakuan sepihak Amerika Serikat yang mengakui jika Yerusalem merupakan ibu kota Israel. Cukup diketahui jika KTT Luar Biasa itu digelar sepekan setelah pidato pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dalam rapat besar tersebut para pemimpin OKI menyuarakan seluruh negara untuk mengakui Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya yang diduduki. Selain itu OKI sepakat jika 57 negara berkomitmen atas ‘perdamaian yang adil dan komperhensif berdasarkan solusi dua negara’.

Selain itu OKI juga mendesak PBB untuk mengakhiri pendudukan Israel atas Palestina. Kemudian diharapkan pemerintah Trump bertanggung jawab untuk semua konsekuensi jika keputusan ilegalnya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel tidak dicabut.

Yerussalem
Copyright©infomenarik

Dikatakan jika deklarasi Trump dinilai sangat berbahaya kerena itu dilakukannya untuk mengubah stataus hukum kota Yerussalem. ‘Kami mengatakan jika deklarasi Trump sangat berbahaya. Deklarasi itu bertujuan untuk mengubah status hukum (Yerussalem) tidak sah serta tak memiliki legitimasi’ ujar OKI.

Hal ini juga ditanggapi oleh analis politik senior Al Jazeera, Marwan Bishara. Dia mengatakan jika KTT Luar Biasa OKI ini menyoroti rakyat Palestina, warga Arab dan muslim untuk terus berkomitmen pada perdamaian.

Penolakan keputusa Amerika Serikat juga diungkapkan oleh Sekertaris Jenderal Yousef al-Othaimeen dalam KTT Luar Biasa di Isntabul tersebut. Selain menolak Sekjen OKI juga mendesak suapaya para pemimpin muslim bersatu dalam memberikan respons terkait dengan pengakuan Trump mengenai Yerussalem.

Menurutnya OKI menolak serta mengutuk keputusan Amerika Serikat karena itu merupakan pelanggraan Internasional. Keputusan tersebut juga memprovokasi perasaan umat muslim seluruh dunia dan keputusan tersebut akan menciptakan ketidakstabilan di kawasan Israel, Palestina dan di dunia.

Sementara itu dalam KTT Luar Biasa di Istanbul ini dihadiri oleh lebih dari 20 kepala negara. Nampak Arab Saudi yang menjadi markas OKI saat itu hanya mengirimkan seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri. Pertemua OKI itu sendiri digelar atas desakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga : Keputusan Donald Trump Soal Yerussalem Picu Kemarahan Berbagai Pimpinan Negara!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here