Karena Gempa, 20 Pasien RSUD Banyumas Dirawat di Luar Ruangan!

0
639
RSUD Banyumas, evakuasi Pasien setelah adanya Gempa
Copyright ©Republika

Karena Gempa, 20 Pasien RSUD Banyumas Dirawat di Luar Ruangan!

Indowarta.com – Akibat adanya gempa yang telah terjadi dikawasan Tasikmalaya, Jawa Barat, sampai dengan malam tadi, ada sekitar 20 persen pasien yang menjalani perawatan di RSUD Banyumas harus dirawat diluar ruangan.

BACA JUGA : Alasan Jokowi Rahasiakan Lokasi Bandara di Sukabumi!

Langkah ini diambil oleh pihak rumah sakit karena melihat kondisi ruangan yang dikhawatirkan dapat mengancam para pasiennya, pasalnya usai terjadi gempa beberapa ruangan yang digunakan untuk perawatan pasien mengalami kerusakan.

“Ini posisi pasien masih pada di luar ruangan, kita masih cari ruangan kosong. Saat ini ada sekitar 20 pasien,” ujar Direktur RSUD Banyumas dr Siswanto, Sabtu (16/12/17).

Dia menilai, gempa dengan kekuatan yang mencapai 6,9 SR yang telah terjadi di Tasikmalaya dirasakan di sejumlah kabupaten. Serta akibat dari gempa yang cukup besar itu membuat beberapa ruangan di RSUD Banyumas mengelami kerusakan.

“Ruangan yang rusak di antaranya ruang IGD, Radiologi, Laboratorium, Ruang Periksa, dan gedung Thalasemia. Rata-rata ambrol pada eternit dan temboknya,” tuturnya.

Gempa
Copyright ©liputan6

Selain adanya kerusakan bangunan yang terjadi, kata Siswanto, juga telah terjadi kebocoran instalasi pipa gas oksigen. Bahkan kebocoran ini telah berdampak pada seluruh ruangan yang ada di dalam RSUD Banyumas.

BACA JUGA :  Keanehan Gempa Vulkanik di Gunung Agung!

“Tadi sempat bocor, tapi sekarang sudah berhenti, mungkin sudah habis (oksigen). Untuk kondisi darurat, kami gunakan tabung oksigen bagi pasien,” tuturnya.

Karenanya adanya beberapa kerusakan yang terjadi di sejumlah bagian gedung, pihak RSUD Banyumas telah melakukan evakuasi kepada sedikitnya 70 pasien yang berada di ruang rawat inap. Para pasein ini telah ditempatkan di tenda Banda Penanggulangan Bencanan Daerah Banyumas untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

“Kami bersyukur tidak ada korban dalam insiden ini. Saat ini petugas dari Dinas (Cipta Karya) sedang masuk untuk menganalisis kondisi gedung. Jika gedung tidak memungkinkan untuk ditempati, pasien akan kami pindah ke ruang lain,” ucap dia.

Sampai sekarang ini, pihaknya masih melakukan beberapan penanganan kepada sejumlah pasien yang telah menjalani parawatan di luar ruangan, hal ini dilakukan agar mereka segera mendapatkan ruangan kosong untuk kembali masuk dalam rumah sakit.

BACA JUGA : Tak Hanya Di Jakarta, Gempa Juga Menguncang Gorontalo!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here