Berita Terkini : Sudah 3 Kali WNI Disandera Oleh Kelompok Abu Sayyaf, Tak Bisa Ditoleransi !

0
1222
Abu Sayyaf

Berita Terkini : Sudah 3 Kali WNI Disandera Oleh Kelompok Abu Sayyaf, Tak Bisa Ditoleransi !

Indowarta.com– Menteri Luar Negeri Indoenesia yakn Retno Lestari Priansari Marsuidi telah mengecam keras penyanderaan tujuh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia oleh kelompok bersenjata di Filipina Selatan. Menlu Retno menegaskan bahwa penyanderaan tersebut terhadap warga negara Indonesia (WNI) kini sudah terjadi yang ketiga kalinya. Kali ini kejadian ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

Dalam pernyataan persnya di Kantor Kementerian Luar Negeri Indonesia yang digelar pada hari Jumat 24 Juni 2016, Menlu Retno menyebuitkan bahwa para ABK WNI yang berada dari kapal Indonesia tugboat Charles dan juga kapal tongkang Robby telah menjadi korban penyanderaan oleh dua kelompok bersenjata di Laut Sulu, Filipina Selatan.

Menlu Retno menjelaskan setelah berkomunikasi dengan beberapa pihak di Indoneisa dan juga Filipina yang terjadi pada tanggal 23 Juni 2016 sore, mereka mendapatkan konfirmasi mengenai penyanderaan terhadap ABK WNI kapal tugboat Charles 001 dan juga kapal Tongkang Robby 152.

Abu Sayyaf

Penyanderaan ABK WNI yang terulang kembali ini membuat Menlu tidak terima. Menlu Retno menegaskan bahwa ini merupakan penyanderaan yang ketiga kalinya terjadi dan tidak bisa ditoleransi lagi. Pemerintah Indonesia akan melakukan segala cara yang memungkinkan agar bisa membebaskan para sandera tersebut.

Retno sendiri tidak menyebutkan apakah yang melakukan penyenderaan tersebut merupakan kelompok Abu Sayyaf atau bukan. Namun menurutnya, pemerintah Indonesia akan melakukan segala cara untuk menyelamatkan sandera tersebut.

Retno menegaskan bahwa pada saat ini keselamatan dari tujuh ABK WNI yang menjadi koran penyanderaan tersebut merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia sendiri sudah meminta kepada Pemerintah Filipina agar bisa memastikan keamanan di wilayah perairan Filipina Selatan sehingga tidak akan mengganggu kegiatan ekonomi yang terjadi di kawasan sekitar.

Menlu beserta dengan pihak yang terkait akan menggelar rapat koordinasi guna mambahas pembebasan tujuh ABK WNI yang disandera tersebut.

Sebelumnya sejumlah 14 WNI Indonesia berhasil dipulangkan dengan selamat karena penyanderaan yang serupa dalam dua periode yakni pada bulan April dan kemudian bulan Mei 2016.

baca juga :

Berita Terkini : Belum Diketahui Motif Utama Pelaku Kecurangan KTP Untuk Teman Ahok !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here