Berita Terkini : Presiden Jokowi Tunjukkan Sinyal Tegas Untuk Tiongkok Saat Kunjungi Natuna !

0
1943
natuna

Berita Terkini : Presiden Jokowi Tunjukkan Sinyal Tegas Untuk Tiongkok Saat Kunjungi Natuna !

Indowarta.com– Presiden Indonesia yakni Joko Widodo sepertinya tidak menanggapi remeh mengenai kapal nelayan Tiongkok yang kerap mencuri ikan di perairan Natuna. Pada hari Kamis 23 Juni 2016 pada saat mengunjungi kepulauan Natuna, Presiden Jokowi telah memberikan sinyal yang keras untuk Tiongkok.

Menurut Menko Polhukam yakni Luhut Panjaitan, Persiden kini menginginkan kawasan Natuna dikembangkan lagi pada sisi ekonomi dan juga termasuk dengan ekplorisasi minyak dan gas. Selain itu, pemerintah kini juga tengah mengkaji posisi Natuna untuk memperkuat sektor pertahanan RI.

Pada saat berada di KRL Imam Bonjol pada hari Kamis 23 Juni 2016 Panjaitan mengatakan bahwa pemerintah sudah memberikan sinyal keras, presiden juga kebetulan maish belum pernah berkunjung ke Natuna. Kemarin merupakan kunjungan pertama Presiden.

Kunjungan Presiden berserta dengan beberapa menteri ke Natuna ini untuk melakukan rapat terbatas guna menunjukkan ketegasan pemerintah Indonesia terhadap klaim pemerintah Tiongkok tersebut. Pesan yang ingin disampaikan pihak pemerintah adalah agar pemeritnah Tiongkok tidak bermain api dengan Indonesia di wilayah Natuna.

natuna

Seperti yang diketahui, kapal perang Indonesia beberapa kali harus berhadapan dengan nelayan dari Tiongkok yang tengah kedapatan mencari ikan di perairan Natuna. Rupanya Riongkok telah menganggap wialayah perairan Natuna teresbut masih merupakan wilayahnya untuk mencari ikan.

Rapat terbatas tersebtu akan digelar di Kapal Perang Indonesia (KRI) Imam Bonjol 383. KRI ini merupakan kapal perang yang menembak kapal nelayan Cina yang di duga telah mencuri ikan di perairan Natuna, wilayah Zona Ekonomi ekslusif (ZEE) Indonesia pada pekan lalu.

Ari Dwipayana yang merupakan Tim Komunikasi Persiden menyebutkan bahwa rapat terbatas akan membahas mengenai beberapa hal penting yang berkaitan dengan perairan Natuna yang posisinya berbatasan dengan Laut China Selatan.

Pemerintah China sendiri juga memprotes penangkapan nelayan oleh pihak Indonesia ini. Insiden penangkapan ini terjadi pada tanggal 19 Maret 2016. Sedangkan insiden yang kedua terjadi pada tanggal 27 Mei 2016.

baca juga :

Berikut Pesan Pesan Presiden Jokowi Kala Peringati Malam Nuzulul Quran !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here