MUI Dukung Polisi Usut Sosok Suharmin, Lelaki yang Kotori Masjid Kubah Emas!

0
386
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi
Copyright ©salam-online

Selain Masjid Kubah Emas, Suharmin juga Mengotori Gereja dan Vihara

Indowarta.com – Tidak hanya melakukannya di Masjid Kubah Emas, Depok, Jawa Barat, ternyata Suharmin Lias telah mengotori gereja dan vihara dengan menyiramkan air seni. Lantas tindakan yang dilakukan oleh pria berusia 34 tahun itu mendapatkan kecaman dari publik.

BACA JUGA : Pihak Hongkong Diminta Klarifikasi Soal Penolakan Ustadz Abdul Somad!

Terkait dengan hal itu, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menilai kalau Suharmin sudah mengalami gangguan jiwa. Oleh karena itu, dia meminta kepada seluruh umat untuk tidak perlu emosi, dan harus tetap menahan diri.

“Saya menduga pelakunya adalah orang yang frustasi dan kejiwaannya terganggu. Sehingga kita tidak perlu cepat emosi dan harus menahan diri. Boleh jadi dia melakukan karena kebodohannya atau karena bukan atas kesadarannya,” ungkap Zainut pungkasnya, Rabu (27/12/17).

Zainut menceritakan, dahalu pada zama Nabi Muhammad SAW juga pernah terjadi sebuah peristiwa yang sama seperti yang dilakukan oleh Suharmin ini. Pada saat itu, ada orang Arab Badui yang telah kencing di masjid. Kisah tersebut sudah dituangkan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

“Dulu pada zaman Rasulullah pernah ada kejadian sebagaimana yang diriwayatkan dalam sebuah hadis. Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, beliau berkata, seorang Arab Badui pernah memasuki masjid, lantas dia kencing di salah satu sisi masjid. Lalu para sahabat menghardik orang ini,” kata Zainut.

Suharmin
Copyright ©viva

“Namun Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam melarang tindakan para sahabat tersebut. Tatkala orang tadi telah menyelesaikan hajatnya, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lantas memerintah para sahabat untuk mengambil air, kemudian bekas kencing itu pun disirami,” sambungnya.

BACA JUGA : Fakta Geng Motor Jepang, Spesialis Penjarah Pakaian di Depok!

Oleh karena itu, dia menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan kasus yang dilakukan oleh Suharmin itu kepada pihak polisi, karena ini merupakan salah satu bentuk tindakan pidana.

“Jadi serahkan saja masalahnya kepada kepolisian untuk mendalami. Kalau ada unsur kesengajaan harus dihukum yang setimpah karena hal itu adalah termasuk tindakan pidana,” tuturnya.

Disamping itu, Zainut juga sudah memberikan apresiasi kepada langkah cepat yang telah diambil oleh Polresta Depok untuk mengamankan Suharmin. Sehingga hal ini tidak akan berkepanjangan dan menimbulkan provokasi.

“Tindakan Polresta Depok sudah tepat yaitu cepat bertindak mengamankan pelakunya dan segera ditindak lanjuti dengan melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pelakunya untuk didalami motif pelakunya. Biar masyarakat tidak salah paham, karena seringkali masalah yang berkaitan dengan penodaan rumah ibadah menjadi sensitif sehingga perlu penanganan secara cepat dan hati-hati,” ucapnya.

BACA JUGA : Ingat 2 Januari Bukan Cuti Bersama, ASN Yang Bolos Siap Kena Sanksi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here