Sri Mulyani Tegur Anies Baswedan Soal Tingginya Biaya Perdinas DKI!

0
263
Sri Mulyani,,
Copyright©dok. Bank Dunia

Sri Mulyani Beri Tanggapan Mengenai Tingginya Biaya Perdinas DKI

Indowarta.com – Penetapan standart biaya uang perjalanan dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta sudah menempatkan posisi dengan angkat yang paling tinggi, bahkan angka tersebut sudah melebihi batas nasional sudah menjadi ketetapan pemerintah.

BACA JUGA : Harga BBM dan Tarif Listrik Tetap Sampai Maret 2018!

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  mengingatkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta agar lebih rasional untuk mengalokasikan anggaran belanja pegawai, salah satu diantaranya mengenai perjalanan dinas.

Terkait dengan hal tersebut telah disampaikan oleh Sri Mulyani pada saat menjadi pembicara dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD DKI Jakarta Tahun 2017-2022, yang diselenggarakan di Balai Kota Jakarta Pusat, pada Rabu ( 27/12/17).

Dalam kesempatan itu, Sri Mulyani juga mengatakan kalau penetapan standart biaya perjalanan dinas PNS DKI Jakarta bahkan sudah melebihi tiga kali lipat, hal itu jika dibandingkan dengan apa yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

Sri Mulyani,
Copyright ©Kompas

“Satuan biaya uang harian perjalanan dinas di DKI sama Pusat hampir 3 kali lipatnya, Rp 1,5 juta per orang per hari di DKI, standar nasional itu hanya Rp 480 ribu per orang per hari,” kata Sri Mulyani.

BACA JUGA : Bukan Hanya Gojek, Ini Syarat Sri Mulyani Untuk Jadi Agen Pajak!

Dia mengungkapkan kalau belanja pegawai DKI Jakarta sudah dialokasikan mencapai 36,2 persen dari jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). “Saya sebetulnya tidak ada masalah kalau DKI membutuhkan belanja pegawai yang tinggi asal diiringi dengan kualitas pelayanan yang baik,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, Sri Mulayani meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar merasionalkan kembali hitungannya, mengenai penetapan untuk biaya perjalanan dinas kepada seluruh PNS DKI Jakarta.

“Jadi mungkin dirasionalisasi dari sisi it is the good way to spend your money, saya tidak mempermasalahkan how to spend-nya tapi mungkin pertanyaannya adalah apakah itu cara terbaik untuk memberikan insentif untuk perform, untuk mengkaitkan tujuan tadi seperti pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan,” papar wanita yang akrab disapa Ani ini.

Sekedar untuk diketahui, APBD DKI Tahun Anggaran 2017 mencapai Rp 71,89 triliun, sedangkan angka sebelumnya mencapai Rp 70,19 triliun atau mengalami kenaikan 2,43 persen. Sedangkan untuk anggaran belanja pegawai yang dialokasikan mencapai 36,2 persen.

BACA JUGA : Ingat 2 Januari Bukan Cuti Bersama, ASN Yang Bolos Siap Kena Sanksi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here