Dekat dengan Presiden, Airlangga Hartarto Bakalan Jadi Cawapres Jokowi 2019?

0
8099
Airlangga Hartarto
Copyright©mediaindonesia

Dalam Pilpres 2019 Airlangga Hartarto Dikabarkan akan Menjadi Cawapres Dampingi Jokowi

Indowarta.com Eirlangga Hartarto akan tetap dipertahankan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk menempati jabatan sebagai Menteri Perindustrian walau sekarang ini diketahui telah menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Padahal sebelumnya, Presiden sudah menghendaki kepada seluruh menterinya untuk tidak merangkap jabatan atau menempati jabatan strategis lainnya.

BACA JUGA : Siapakah Pengganti Azwar Anas Dampingi Gus Ipul?

Disamping itu, Jokowi mengaku memiliki kedekatan serta kominukasi yang baik dengan Eirlangga Hartarto. Lantas hal ini sudah memunculkan sebuah dugaan kalau dia akan mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden dalam Pilpres 2019 mendatang.

Ditambah lagi Golkar yang secara terang-terang akan memberikan dukungan penuh kepada Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2019. Namun politikus Golkar Happy Bone Zulakarnaen telah membatah adanya kabar yang menyebutkan bahwa Airlangga Hartarto akan mendampingi Jokowi.

WAJIB BACA :  Fakta Menarik Tentang Pertemuan Jokowi dengan PA 212 Di Istana Bogor

“Sama sekali kita tidak berpikir kearah sana. Mimpi juga enggak gitu lho,” kata Bone dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Sabtu (6/1/18).

Dia menambahkan, sekarang ini banyak hal mesti diselesaikan oleh partai Golkar, khususnya adanya persoalan internal. “Kita sekarang ini mempunyai beban berat segunung batu, ya, yang harus kita selesaikan di internal kita ini,” pungkjasnya.

Airlangga Hartanto
Copyright ©jawapos

Partai yang sekarang ini dijabat oleh Airlangga Hartarto itu memiliki sejumlah target yang meski dicapai secepat mungkin. Salah satunya adalah untuk tetap mempertahankan perolehan kursi yang ada di legislative. Disisi lain mereka juga ingin mensukseskan Jokowi untuk dua periode.

BACA JUGA : Airlangga Hartarto Targetkan Golkar Kuasai 110 Kursi DPR Tahun 2019 Nanti!

“Yang kita pikirkan sekarang ini adalah bagaimana Golkar kembali kinclong,” kata Bone.

WAJIB BACA :  Fahri Hamzah begitu Yakin Jokowi Tak Dapat Tiket Pilpres 2019

Terkait dengan jabatan yang dirangkap oleh Airlangga Hartarto, seorang pakar hukum Universitas Al Azhar Jakarta, Suparji Ahmad menilai, melihat secara legal formal atau yuridis normatif. Tidak ada aturan secara eksplisit yang melarang seorang menteri menjadi pemipin parpol.

“Tak ada yang menyatakan secara jelas larangan itu,” ungkapnya saat diskusi “Perlukah Airlangga Mundur” di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu.

Berdasarkan aturan juga tidak menjelaskan kalau menteri serta pemipin partai merupakan rangkap jabatan, karena jabatan sebagai ketua umum partai serta menteri merupakan jabatan politik. Namun yang terpenting, etika politik mengenai izin Presiden sebelum Airlangga Hartarto telah mencalonkan diri dalam pemilihan Ketua Umum Golkar. Jika mendapatkan izin, Suparji menilai hal itu tak masalah.

BACA JUGA : ‘Mesra’ di Pilkada 2018, Akankah Koalisi PDIP dan Demokrat Bertahan Sampai Pilpres 2019?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here